Diskusi Membangun Sinergitas Dunia Seni Budaya dan Dunia Usaha: Banyak Seniman Sumut Tidak Diberdayakan

sentralberita|Medan ~Budayawan Sugeng Satya Dharma meggandeng Ketua Dewan Kesenian Sumatera Utara ( DKSU ) Baharuddin Saputra, SH dan owner Event Organazer ternama H Didit Mahardi Kahar menggelar diskusi terbatas tentang membangun Sinergitas Dunia Seni Budaya dan dunia usaha menghadirkan tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Rajamin Sirait, SE Ketua Pemuda Mitra Kamtimmas Sumut.
Acara yang berlangsung Rabu sore ( 10/11/2021) di ruang Vip Cafe Pojok Kesawan Medan dipandu oleh Sugeng SD berjalan lancar dan memicu semua yang hadir ikut bicara.
” Diskusi ini lanjutan pertemuan Saya dan bang Rajamin di Kantornya jln SM Raja Medan sehari sebelumnya, Beliau ingin berdialog dengan Seniman dan Seniwati sumut atau Medan yang menurutnya aset SDM yang belum diberdayakan secara optimal oleh Pemprovsu dan Pemko Medan” ujar Bahar.
Kongkritnya sosok Rajamin sesungguhnya mengagumi sejumlah tokoh Seniman dan Budayawan mumpuni namun belom diberdayakan di Sumut.
” Saya melihat penomena itu, bahwa seniman di Sumut belum diberdayakan, sehingga keberadaan mereka tidak dilibatkan dalam mengemas kekayaan budaya Kita” ujar Rajamin Sirait.
Lembaga Kesenian dan Kebudayaan yang menjadi asuhan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, mestinya memberikan ruang yang luas bagi Seniman untuk berbuat lebih baik mengembangkan kreatifitasnya, imbuh Rajamin.
Momentum Hari Pahlawan kita isi dengan berdiskusi mengenang sejumlah Seniman Besar asal Sumut yang sesungguhnya juga Pahlawan Seni dan Budaya, seperti Penyair Amir Hamzah, Chairil Anwar, Wiliem Iskardar dan banyak nama Lainnya yang terkenal secara nasional.
” Selayaknya pula mereka mendapat apresiasi dari Pemerintah Setempat, mestinya ada anugerah penghargaan setiap tahun yang diberikan kepada Seniman Budayawan dan Tokoh pejabat sosok pria atau perempuan yang peduli dengan kesenian dan kebudayaan.
Bahar berharap kedepan akan terbentuk Forum Grup Diskusi ( FGD ) yang melibatkan praktisi seni budaya dan pariwisata Sumut dengan seniman, budayawan dan akademisi terkait aktifitas kesenian dan Kebudayaan.
Tampsak hadir pelukis terkenal M Yatim, Sastrawan R.Raman Suras, Koreografer Manchu, Musikus Sanur Sinaga, juga Kamal Nasution dan F Adlah Hasibuan praktisi Teater dan film.
Pada dialog sambil ngopi sore itu pelukis Yatim mengingatkan perlu di bentuk semacam forum masyarakat budaya yang memiliki kesamaan persepsi yang kompak memberiksn pengakuan terhadap seniman atas karya karyanya sehingga opini terbentuk mengakui bahwa karyanya memang ” Hebat” sehingga karya itu terdongkrak berkualitas dan memiliki nilai yang tinggi.
Yatim yang karya lukisnya sudah tembus pasar lelang Internasional dengan harga ratusan juta rupiah, menyatakan pernah ada dua pelukis Medan yag memiliki karya sama sama bagus dan berkualitas. salah seorang hijrah ke negeri jiran Malaysia lalu karyanya atas kesepakatan komunitas tertentu dinilai berkwalitas tinggi dan menembus harga lukisan ratusan juta rupiah. Sedangkan pelukis satunya yg bertahan di Medan hingga kini walau lukisannya bagus juga tapi tidak laku terjual walau hanya diberi harga 2 hingga 3 juta rupiah.
Pertemuan dialog Rajamin dan seniman akan diagendakan beberapa bulan berkesinambungan. DKSU akan menjadi penggerak FGDnya.( SB/01/zyd )
