Diduga Air Limbah SPPG Sei Rampah Meluap, Warga: Air Berwarna Merah dan Bau Menyengat

sentralberita | Serdang Bedagai – Warga Dusun VI, Desa Sei Rampah Kiri, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, mengeluhkan meluapnya air limbah yang diduga berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik SPPG MBG Sei Rampah.
Keluhan itu disampaikan salah satu ibu rumah tangga (IRT) berinisial N, warga yang rumahnya berdekatan dengan SPPG saat diwawancarai wartawan di kediamannya pada Rabu (21/10/2026).
N mengatakan bahwa air limbah yang meluap hingga ke sekitar rumahnya menimbulkan kekhawatiran, terlebih ketika bercampur dengan air banjir dan masuk ke bagian dalam rumah.
Menurut N, air yang menggenangi halaman belakang rumahnya diduga bercampur dengan air limbah yang dialirkan melalui saluran pembuangan milik SPPG Sei Rampah. Kondisi tersebut membuatnya merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap dampaknya terhadap kesehatan serta kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.
“Air limbahnya melimpah ke halaman belakang, sampai masuk ke dalam rumah. Air banjirnya juga bercampur dengan air limbah,” ucap N
” Air dari IPAL disebut dialirkan ke parit di bagian depan rumah. Namun, menurut pengamatannya, air di parit tersebut tidak mengalir dengan baik sehingga menggenang dan menimbulkan bau tidak sedap”. N kembali menjelaskan
“IPAL-nya dialirkan ke parit depan, tetapi air paritnya tidak mengalir. Jadi, airnya mengendap dan bau,” ungkapnya.
N juga menyebut air yang menggenang tampak berwarna kemerahan dan bercampur dengan material yang menurutnya menyerupai lemak. Ia mengaku merasakan sensasi pedih pada kaki ketika terkena air tersebut.
“Airnya merah, Bang, bercampur dengan lemak. Pedih kaki kami kalau sudah kena airnya,” tuturnya dengan nada mengeluh.
Kondisi parit yang disebut telah penuh turut menambah kekhawatiran N. Ia khawatir air yang menggenang, termasuk material yang diduga berasal dari limbah IPAL, kembali meluap dan masuk ke halaman rumahnya.
“Air paritnya sudah penuh, Bang. Kami takut lemak dari IPAL naik lagi ke halaman rumah,” katanya.
Persoalan tersebut bukan kali pertama dikeluhkan warga. Menurut keterangannya, warga telah menyampaikan keluhan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur MBG tersebut.
Namun, hingga wawancara hari ini, ia mengaku belum menerima tanggapan yang diharapkan atas keluhan tersebut.
“Kami sudah mengeluhkan masalah air limbah ini kepada kepala SPPG, Pak. Tetapi sampai sekarang belum ada respons,” ujarnya.
Warga berharap pengelola SPPG segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi saluran pembuangan, parit yang disebut tidak mengalir, serta air yang menggenangi halaman dan bagian rumah warga.
Mereka juga berharap ada langkah nyata untuk memastikan pengelolaan limbah berjalan dengan baik sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan lingkungan permukiman.
Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (21/10/2026), pukul 17.26 WIB, sampai berita ini ditayangkan tidak memberikan jawaban. (SB/ARD)
