Edwin Sugesti Nasution Wasbang, Aspirasi Rasa Keadilan dan Kesejahteraan  Tuntutan  Masyarakat

sentralberita|Medan~Anggota DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution, SE, MM dari Fraksi PAN DPRD Medan kembali melaksanakan Penyelenggaraan Pembinaan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Anggaran tahun 2026 dengan tema: Sejarah Kelahiran Perumusan dan Pengesahan Pancasasila, Minggu (27/9/2026) di Jalan Manggaan I Lingkungan 11 Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli.

Dihadiri ratusan warga masyarakat yang kebanyakan ibu-ibu dan Kepling Lingkungan 11, Muhammad Fakhrur Rozi, Edwin Sugesti menyampaikan, tujuan DPRD maupun pemerintah daerah melaksanakan Pembinaan Idiologi Pancasila dan wawasan kebangsaan untuk memperkuat nasionalisme, mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dan menangkal paham radikalisme di kalangan masyarakatat maupun generasi muda, sehingga menjadi prilaku dalam kehidupan sehari-sehari denngan Pancasila sebagai pedoman hidup masyarakat.

Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato yang bersejarah oleh Soekarno. Inilah mengapa tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Fungsi Pancasila itu, selain jadi dasar negara, Pancasila juga berperan sebagai ideologi dan pandangan hidup yang mengarahkan masyarakat dalam berperilaku. Selain itu, Pancasila juga berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa, membantu menciptakan norma dan nilai yang mendukung kerukunan di tengah perbedaan yang ada.

“Melalui penyebar-luasan pembinaan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dapat memperkuat nasionalisme, memelihara toleransi dan mencegah potensi konflik berbasis SARA di tengah keberagaman masyarakat termasuk di Kota Medan,”ujar Edwin ujar anggota DPRD Medan dari Dapil Medan Perjuangan, Medan Timur, Medan Tembung dan Medan Deli ini.

Sambil menyebut diirinya rutin melakukan kegiatan di kecamatan Medan Deli sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat yang menyumbang suara mencapai 1.900 suara pada Pemilu lalu di daerah ini, Wawawan Kebangsan adalah cara pandang masyarakat yang tertuang dalam Pancasila.

Jika dalam butir-butir Pancasila ada yang belum terpenuhi sepeti rasa keadilan dan kesejahteraan, masyarakat akan terus menyampaikan aspirasinya. Namun tetaplah menjaga persatuan dan kesatuan.

“Kedaulatan ada di tangan rakyat, rakyat yang menentukan pemimpinnya amanah dan bekerjakah untuk mewujudkan nilai-nila yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945,”ujar Edwin.

Edwin Selanjutnya menjelaskan, di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila dihadapkan pada tantangan baru. Karenanya, sosialisasi nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan bukan hanya menjadi tanggung jawab negara. Tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat.

Oleh karena itu, kata Edwin, kegiatan sosialisasi Idiologi Pancasila dan Wasbang sangat relevan dilakukan saat ini, mengingat di tengah masyarakat beragam suku, agama, dan budaya, membutuhkan penguatan nilai persatuan dan toleransi untuk mampu memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah masyarakat serta menjaga keutuhan bangsa.

“Cinta kebangsaan dan nasionalisme harus melekat di tubuh warga. Oleh karena itu, kita harapkan dengan kegiatan ini mampu memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah masyarakat, sehingga terjaga keutuhan bangsa,”ujar Edwin.

Menurut Edwin, Pancasila bukan cuma jadi dasar hukum, tapi juga berfungsi sebagai ideologi negara yang mengarahkan tindakan dan kebijakan pemerintahan. Sebagai ideologi, Pancasila memberikan panduan untuk membangun bangsa dan negara dengan tujuan menciptakan keadilan sosial serta kesejahteraan bagi semua rakyat.

Dengan kondisi ini, menurut Edwin yang juga Sekretaris PAN Medan ini, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dan dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat. “Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan”ujarnya.

Karena itu lanjutnya, penguatan ideologi Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Generasi muda perlu diberikan pemahaman yang baik tentang sejarah bangsa, perjuangan para pendiri negara, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai Pancasila secara nyata harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Di akhir kegiatan, ketika dibuka tanggapan dari masyarakat keluhan pada umumnya soal bantuan pemerintah banyak yang tidak dapat bantuan dan tidak tepat sasaran. Antara lain disampaikan, Roslina, Suryani, Eni Herawati dan Lina. Mereka menyampaikan, Desil tidak tepat saran, harusnya layak mereka dapat bantuan karena miskin dan di bawah garis kemeskinan. Sementara ada yang tidak layak dapat bantuan tapi dapat bantuan. Edwin menjelaskan kritia dan indikator dalam Desil dan menyampaikan boleh dilakukan sanggahan. (SB/Husni Lubis)

-->