MAPN 4 Medan Terendam Banjir, Aktifitas Belajar Siswa Terkendala.

sentralberita |Medan~ Hujan yang terus turun beberapa hari ini di Kota Medan, menyebabkan beberapa ruas dan akses jalan tergenang banjir, sehingga membuat aktifitas masyarakat terganggu, dikarenakan genangan banjir masih menutupi akses jalan masyakarat dalam beraktifitas.

Seperti yang terjadi saat ini, genangan banjir juga melanda wilayah yang ada di Kelurahan Martubung Kec. Medan Labuhan, termasuk akses jalan masuk ke kompleks Madrasah Aliyah Negeri Persiapan (MAPN) 4 Medan, sehingga menganggu proses belajar siswa,. dikarenakan akses menuju ke sekolah tertutup genangan banjir.

Hal ini disampaikan Kepala Madrasah MAPN 4 Medan, Dr Syarifuddin, MA, genangan banjir yang masih terjadi, sehingga menganggu aktifitas belajar siswa, dan berharap perhatian pemerintah, agar kondisi banjir ini dapat diatasi, sehingga tidak menganggu proses belajar para siswa.

“Hujan deras yang terjadi beberapa hari ini, menyebabkan kondisi jalan masuk ke madrasah terganggu. Banjir yang mengenangi akses jalan masuk ke madrasah sangat menganggu para siswa yang belajar, kami berharap adanya perhatian pemerintah agar kondisi ini dapat dicarikan solusi, sehingga proses belajar siswa madrasah dapat berjalan baik,”ujar Syarifuddin, Kamis (10/9/2026).

Lebih jauh disampaikan guru inspiratif ini, kondisi jalan masuk ke areal sekolah disebabkan drainase yang ada tidak mampu menampung debit air hujan yang ada, dan proses penguraian air banjir tidak berjalan normal, sehingga berdampak banjir mengenangi lingkungan yang ada disekitarnya, termasuk akses masuk ke sekolah.

“Harapan kami, adanya perbaikan drainase dan peninggian badan jalan mohon perhatian pemerintah, agar ketika hujan, genangan air dapat terurai secara cepat dan tidak menutupi akses jalan, dan kami berharap jalan yang menuju ke sekolah kiranya bisa di aspal, sehingga saat genangan banjir surut, jalan yang ada dapat di lalui para siswa dan guru yang hendak mengajar,” terang Dr Syafruddin berharap.

Hingga kini, genangan banjir masih menutupi akses masuk ke sekolah, dan belum juga surut, sehingga para guru dan siswa yang akan melakukan proses belajar, terpaksa melepas alas kaki dan mengulung pakaiannya agar tidak basah terkena air. ()01/red)

-->