Dari Kulit Pisang, Syahri Hasilkan Uang, Paviliun Pemkab Asahan Sumut Perkenalkan Produk UMKM di PRSU

sentralberita | Medan ~ LImbah atau sampah di tangan orang yang kreatif bisa menjadi sesuatu yang berharga seperti uang.

Syahri Ramadhani YS dan keluarganya, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Asahan, Sumut, misalnya mengolah kulit Pisang Awak menjadi kerupuk.
Usaha yang diberi nama “Syaqueenah” itu dengan alamat di Dusun IV Desa Sei Alim Hasak Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan Sumut, sudah dilakukan sejak tahun 2014 yang dimulai dari ujicoba hingga berhasil mencapai rasa yang maksimal.
Syahri menuturkan, usaha itu dimulai ayahnya bernama Yanto yang merasa sayang dengan kulit – kulit Pisang Awak terbuang begitu saja setelah pisangnya dibuat untuk Pisang Sale Goreng jualannya.
Dari belajar langsung dengan mencob -coba hingga belajar lewat “mesin pencari”, kini kerupuk dari kulit pisang itu laris manis di pasar.
“Alhamdulillah kerupuk kulit pisang itu kini bukan saja dipasarkan di Asahan, tetapi juga di berbagai kota di Sumatera, khususnya Medan, *ujar Syahri Ramadhani.
Kerupuk Kulit Pisang kini sudah ada diberbagai toko roti atau supermarket, dan di Rumah BUMN.

Di PRSU Sumut 2026, Kerupuk Kulit Pisang Syaqueenah kemasan 80 gram dijual seharga Rp18. 000 per kemasan
Pekerjaannya sebagai guru di UPTD SDN 016549 Sijabut Penggalangan, Asahan, Sumut itu tidak membuat Syahri lelah berinovasi mengembangkan produk dan memperluas pemasaran produknya.
Alumni Universitas Terbuka kelahiran 1992 itu misalnya mencoba apakah kulit pisang lainnya bisa juga diolah untuk menjadi kerupuk.
Percobaan itu bukan saja untuk inovasi produk, tetapi agar tidak tergantung dengan bahan baku yang terbatas karena semakin langkanya jenis Pisang Awak.

Tetapi hingga saat ini, ujar Syahri, hasil percobaan, hanya kulit Pisang Awak yang bisa dan enak diolah menjadi kerupuk.
“Seperti Pisang Sale Goreng yang lebih enak dibuat dari bahan Pisang Awak, begitu juga kerupuk, hanya enak dan bisa dibuat dari kulit Pisang Awak,” ujar Syahri.
Tentunya selain kulit pisang dengan proses awal direndam, direbus dan diblender, ada tambahan tepung terigu, tepung tapioka, bawang putih, udang kecepe, garam untuk menjadi adonan kerupuk.
Agar tidak kesulitan bahan baku Pisang Awak, Syahri memilih bermitra dengan pemasok pisang dari berbagai daerah…
Termasuk mengembangkan tanaman Pisang Awak itu, meski tidak bisa banyak karena dana yang terbatas.
Kini Syaqueenah sudah memproduksi 10 jenis produk camilan dengan paling unggul, Pisang Sale Goreng, Kerupuk Kulit Pisang dan Emping Pisang yang terbuat dari Pisang Kepok
“Kalau sudah selesai tugas mengajar, saya terus mencoba cari tahu di internet atau kekerabatan camilan apa saja lagi yang bisa dibuat, ” ujar Syahri.
Syahri berharap seperti nama usahanya Syaqueenah (gabungan nama Syahri dan adiknya ditambah Queen yang bahasa Inggrisnya berarti ratu) camilannya menjadi hebat/terkenal.
Kini setelah sudah mengantongi label Halal, Syaqueenah juga bersiap untuk mengurus perizinan lainnya seperti BPOM agar kepercayaan konsumen semakin besar.

//Dipromosikan di PRSU//
Produk Syaqueenah dan UMKM lainnya oleh Pemkab Asahan diperkenalkan di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026.
Produk Kerupuk Kulit Pisang itu pun menjadi salah satu camilan dengan peminat tinggi.
“Alhamdulillah produk UMKM seperti Kerupuk Kulit Pisang produk Syaqueenah banyak pembelinya. Pengunjung mengaku penasaran rasa kerupuk dari kuli pisang dan ada juga konsumen yang kemudian datang lagi membeli dengan alasan ketagihan,” ujar Darmawan, salah satu penjaga stan Pemkab Asahan.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Asahan Khualid Armansyah Lubis, S Sos melalui Kepala Bidang Nofrida Lasmaria Sitorus, S, STP., M A P mengatakan, Pemkab Asahan terus melakukan pembinaan ke UMKM agar naik kelas.

Salah satunya adalah membantu promosi dan pemasaran seperti di PRSU 2026 dan dinilai efektif.
“Sudah banyak UMKM yang maju di Asahan, meski memang harus terus didukung penuh,”kata Nofrida. (01/red)

-->