Royalindo Optimistis PRSU ke-50 Tembus 300 Ribu Pengunjung, Tiket Gratis Jadi Strategi Perluas Akses Masyarakat
sentralberita | Medan ~ Memasuki hari ke-22 penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026, pihak penyelenggara dari Royalindo tetap optimistis target 300 ribu pengunjung hingga penutupan acara dapat tercapai.
Humas Royalindo, Fara, mengatakan jumlah pengunjung hingga Sabtu (25/7/2026) malam telah melampaui angka 20 ribu orang. Namun, pihaknya belum merilis data pasti karena rekapitulasi keseluruhan akan diumumkan pada saat penutupan (closing ceremony).
“Jumlah pengunjung sampai hari ini sudah jauh di atas 20 ribuan. Untuk angka pastinya nanti akan kami sampaikan saat closing ceremony setelah seluruh data direkap,” ujar Fara saat ditemui di Booth Kuliner Arena PRSU, Sabtu malam.
Menurutnya, target penyelenggara adalah menghadirkan sekitar 300 ribu pengunjung selama pelaksanaan PRSU. Untuk mencapainya, Royalindo terus mengoptimalkan berbagai strategi promosi, terutama melalui media sosial.
Menanggapi kritik sebagian masyarakat
mengenai harga tiket masuk yang dinilai mahal, Fara menjelaskan bahwa harga tiket yang diberlakukan masih sebanding dengan berbagai event besar lainnya di Indonesia. Selain itu, pembelian tiket juga tersedia secara daring maupun luring guna memudahkan masyarakat.
Ia menegaskan penyelenggara juga menyediakan tiket masuk gratis pada sejumlah hari, khususnya pada pekan kedua dan ketiga penyelenggaraan, agar seluruh lapisan masyarakat tetap dapat menikmati kemeriahan PRSU.
“Kami juga memberikan akses tiket gratis pada hari-hari tertentu. Jadi masyarakat tetap memiliki kesempatan menikmati seluruh rangkaian kegiatan tanpa harus membeli tiket setiap saat,” katanya.
Fara juga membantah anggapan bahwa jumlah pengunjung mengalami penurunan. Menurutnya, pola kunjungan memang berbeda antara hari kerja dan akhir pekan.
Pada Senin hingga Kamis, kata dia, pengunjung umumnya datang secara bertahap dengan tujuan menikmati berbagai aktivitas di area pameran, mengunjungi paviliun kabupaten/kota, berburu merchandise, maupun menyaksikan pertunjukan budaya.
Sementara lonjakan pengunjung biasanya terjadi saat konser musik digelar.
“Karakter pengunjung memang berbeda. Saat konser, jumlah pengunjung meningkat signifikan. Sedangkan di hari kerja mereka lebih banyak menikmati pameran dan kegiatan lainnya,” jelasnya.
Ia mengakui konser musik masih menjadi magnet utama yang menarik masyarakat datang ke PRSU. Meski demikian, penyelenggara tetap memberi ruang besar bagi pelaku seni dan budaya lokal. Sekitar 75 persen pengisi acara berasal dari Sumatera Utara dengan berbagai pertunjukan seni tradisional yang rutin ditampilkan, termasuk kegiatan budaya malam hari di panggung keong maupun di paviliun kabupaten dan kota.
Menurut Fara, dukungan pemerintah kabupaten dan kota pada penyelenggaraan PRSU tahun ini juga cukup besar. Hal itu terlihat dari renovasi sejumlah paviliun serta partisipasi aktif dalam menampilkan atraksi budaya setiap malam.
Terkait keluhan sebagian pedagang kuliner yang mengaku sepi pembeli bahkan belum mampu menutup biaya operasional, Fara menilai kondisi tersebut lebih dipengaruhi pola perilaku pengunjung.
“Bukan karena rasa makanan atau harga yang menjadi persoalan. Mayoritas pengunjung datang memang untuk menikmati hiburan, terutama konser, sehingga banyak yang memilih duduk atau menonton tanpa membeli makanan,” ujarnya.
Meski demikian, Royalindo menjadikan berbagai masukan dari pedagang sebagai bahan evaluasi. Penyelenggara akan terus memantau pola kunjungan, mengevaluasi respons pelaku usaha, mengoptimalkan promosi digital, serta memastikan distribusi tiket gratis berjalan sesuai rencana hingga berakhirnya PRSU.
Dengan sisa sekitar sepuluh hari pelaksanaan, Royalindo tetap yakin antusiasme masyarakat akan terus meningkat dan target jumlah pengunjung dapat tercapai hingga penutupan PRSU ke-50 Tahun 2026. (01/red)
