Tanggul Aliran Sungai Batang Angkola Tak Kunjung Diperbaiki, Petani di Kecamatan Siabu Takut Gagal Panen Lagi
sentralberita | Madina ~Hampir satu tahun yang lalu tanggul Aliran Sungai Batang Angkola yang berada di Desa Bonan Dolok Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal jebol akibat banjir yang melanda Kabupaten Mandailing Natal pada akhir tahun 2025 yang lalu.
Namun sampai sekarang ini perbaikan tanggul tersebut tak kunjung dilakukan, yang mengakibatkan ratusan petani di Desa Bonan Dolok, Kelurahan Siabu, Huraba I, Huraba II, Tangga Bosi merasa was-was untuk mengusahai lahan pertanian mereka, karena kwatir terjadi seperti pada musim tanam lalu.
Karena akibat dari tidak diperbaikinya tanggul aek Sibontar tersebut ratusan hektar lahan pertanian masyarakat pada musim tanam yang baru lewat ini mengalami gagal panen, yang mengakibatkan masyarakat petani mengalami kerugian tersebut.
Untuk iitu para petani yang berada di lima Desa/Kelurahan tersebut berharap kepada pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mapun Pemerintah pusat untuk dapat memperbaiki tanggul , karena tanpa diperbaikinya tanggul tersebut, maka dikwatirkan ratusan hektar lahan pertanian yang berada di lima Desa tersebut akan tidak bisa di garap lagi.
“Kita hanya bisa berharap kepada Pemerintah untuk memperbaiki tanggul tersebut, karena sekarang ini kondisi kita sudah sangat sulit, akibat dari musim panen yang lewat kita sudah mengalami kerugian yang sangat bersar, karena hujan sedikit saja lahan pertanian kita sudah terendam air, yang mengakibatkan padi kita mengalami kerusakan,” ujar salah seorang petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal bermarga Nasutio, Rabu, 24/06/2026.
Dilajutkannya, beberapa waktu yang lalu kita sudah melaksanakan urunan untuk memperbaiki tanggul tersebut, namun sejak terjadinya banjir pada akhir Tahun 2025 yang lalu sampai sekarang ini kita belum pernah panen dengan baik, sehingga kita sudah tidak mempunyai modal lagi untuk mengusahai lahan pertanian kita kembali.
“Pasca kita melaksanakan urunan memperbaiki tanggul tersebut, di akhir tahun 2025 yang lalu terjadi banjir yang mengakibatkan jebolnya tanggul tersebut, sejak itu kita belum pernah panen dengan baik, sehiingga kita terus merugi, dan sekarang ini kita tidak mempunyai modal lagi,” tegasnya.
Kita sekarang ini melihat ada kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian yang di Awasi oleh Aparat TNI di Kecamatan Siabu, untuk itu kita sangat berharap agar perbaikan tanggul Aliran Sungai Batang Angkola tersebut dapat diperbaiki melalui kegiatan Oplah dari Kementerian Pertanian yang sekarang ini sedang berjalan.
“Sekarang ini tanpa campur tangan dari Pemerintah kita tidak yakin lahan pertanian kita sekarang ini dapat kita garap dengan baik, untuk itu kita berharap kepada Pemerintah Kabupaten Manadailing Natal mempunyai kebijakan dalam memperbaiki tanggul yang merendam areal pertanian masyarakat di lima Desa ini,” harapnya.
Kadis Pertanian Kabupaten Mandailing Natal yang dikonfirmasi melalui Koordinator UPPL Kecamatan Siabu Kholidah terkait keluhan masyarakat petani di Kecamatan Siabu menjelaskan bahwa kondisi tanggul Aliran Sungai Batang Angkola tersebut sudah sering kita laporkan, namun sampai sekarang ini belum ada tidak lanjutnya.
” Jebolnya Tanggul Aliran Sungai Batang Angkola tersebut sudah sering kita laporkan, namun sampai sekarang ini belum ada tindak lanjutnya, dan kondisi ini kita sudah sering mendapatkan keluhan dari para petani, namun kita hanya bisa melaporkannya kepada pimpinan kita, untuk itu kita tunggu apakah dalam waktu dekat ini ada tidak lanjutnya,” ujar Kholidah.( FS)
