Pohon Besar Tumbang Timpa Rumah Warga di Medan Denai, Edi Saputra,ST Desak Pemko Medan Masifkan Antisipasi Dini

sentralberia|Medan ~ Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kota Medan dan sekitarnya, memicu terjadinya bencana pohon tumbang yang menimpa pemukiman padat penduduk. Satu unit pohon berukuran besar dilaporkan ambruk dan menimpa rumah warga yang berlokasi di Jalan Ikhlas No. 10, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 4 Juni 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Akibat hantaman batang pohon yang cukup masif, bagian atap seng dan struktur atas bangunan rumah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kronologi Kejadian dan Situasi Evakuasi 

Berdasarkan penuturan warga sekitar yang menyaksikan insiden tersebut, kawasan Kecamatan Medan Denai sejak sore hari sudah diguyur hujan dengan intensitas tinggi serta embusan angin yang sangat kencang. Menginjak pukul 19.30 WIB, struktur akar pohon yang diduga sudah lapuk tidak mampu lagi menahan beban dan terjangan angin, hingga akhirnya patah dan langsung ambruk melintang di atas rumah warga.

Pantauan langsung di lokasi kejadian pasca-insiden, jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui dinas terkait bergerak cepat mengirimkan bantuan. Di lokasi terlihat alat-alat berat dikerahkan untuk memotong, mengangkat, dan mengevakuasi batang serta dahan pohon yang menumpuk di atas bangunan agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih luas.

Proses evakuasi dan pembersihan ini dipantau langsung oleh Kepala Lingkungan XX (20) Kelurahan Binjai, Rico Syahputra, yang tampak sibuk berkoordinasi dengan petugas lapangan serta menenangkan warga sekitar yang terdampak di sekitar lokasi kejadian. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah ini
.
Anggota DPRD Medan Angkat Bicara

Baca Juga :  RDP di  DPRD Medan, Pemko Medan Hargai Rp 22 Ribu Sewa Lahan Selama 30 Tahun

Mendengar laporan musibah ini, Anggota DPRD Kota Medan, Edi saputra ST, langsung memberikan atensi mendalam. Beliau menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran eksekutif. Edisaputra ST meminta Pemko Medan untuk segera menginstruksikan aparatur kewilayahan beserta dinas teknis agar mempercepat langkah preventif menghadapi dinamika cuaca saat ini.

“Kami meminta Pemko Medan segera menginstruksikan jajaran terkait, mulai dari tingkat dinas, pihak kecamatan, hingga kelurahan untuk proaktif melakukan antisipasi dini. Kita sudah memasuki musim hujan deras dan angin kencang. Penanganan pohon rawan tumbang tidak boleh lagi bersifat menunggu laporan atau menunggu kejadian, melainkan harus berupa pencegahan terukur demi keselamatan warga Kota Medan,” ujar Edisaputra ST.

Masukan Antisipasi Dini 

Guna meminimalisir risiko jatuhnya korban maupun kerugian material akibat cuaca buruk di kemudian hari, berikut adalah beberapa poin masukan strategis yang ditujukan kepada Pemko Medan, khususnya dinas-dinas teknis terkait:

1. Audit dan Pemangkasan Massal Pohon Rawan Tumbang

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan didesak untuk segera melakukan pemetaan, audit vegetasi, dan perindangan (pemangkasan) secara masif terhadap pohon-pohon pelindung jalan maupun pohon besar di kawasan pemukiman. Pohon yang sudah berusia tua, mati, atau memiliki tajuk daun yang terlalu berat harus diprioritaskan untuk dipangkas (*toping*) guna mengurangi beban pohon saat diterjang angin kencang.

Baca Juga :  Tidak Sesuai Fakta, Pihak Penuduh Anggota DPRD Medan Lakukan Pengeroyokan Akan Dilaporkan Warga ke Kepolisian

2. Normalisasi Saluran Drainase

Curah hujan yang tinggi seringkali memicu genangan air yang melunakkan struktur tanah di sekitar perakaran pohon. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) diharapkan mengoptimalkan pembersihan sedimen sampah pada saluran drainase agar aliran air lancar, sehingga meminimalisir risiko tanah labil di sekitar pohon besar.

3.Penyusunan Manajemen Risiko dan Siaga Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan bersama pihak Kecamatan dan Kelurahan diharapkan membentuk tim pemantau kelayakan lingkungan di tingkat terkecil. Keterlibatan aktif Kepala Lingkungan dalam mendata pohon-pohon yang posisinya sudah condong atau membahayakan jaringan kabel listrik PLN sangat penting agar dapat segera ditangani secara aman sebelum badai terjadi.

4. Edukasi Mitigasi Mandiri Bagi Masyarakat

Pemerintah daerah melalui aparat kecamatan diimbau aktif menyosialisasikan kepada warga agar secara mandiri memangkas dahan pohon yang berada di pekarangan rumah masing-masing apabila sudah menjalar dan membebani atap, sebagai langkah proteksi awal.(SB/01)

-->