Polisi Harus Ungkap Dalangnya, Pardiansyah Diduga Diculik dari Galundungnya di Panyabungan Tonga 

sentralberita | Madina – Pardiansyah Sitompul,terduga Korban pembunuhan sadis sekelompok orang Rabu dinihari (8/4/2026) diduga diculik dari tempat usaha galundung samping rumahnya di belakang SMP1 lintas Barat Panyabungan Tonga.

Hal tersebut diungkapkan kerabatnya, Yakub karena sekitar pukul 03.00 win dinihari dirinya masih sempat menerima panggilan telepon dari korban.

“Namun karena sudah tidur saya gak dengar ada telepon masuk, dan pas saya telepon balik tidak aktif lagi”, ucapnya melalaui telepon, Rabu siang (8/4).

Yakub yang merupakan sepupu korban menyebutkan, tidak mengetahui apa motif dari kejadian tersebut.Karena menurutnya korban tidak memiliki musuh dan tidak ada berselisih paham dengan orang lain.

Yakub menilai perbuatan biadab yang menimpa saudara nya itu adalah perbuatan yang sudah direncanakan dan pelakunya lebih dari 2 orang.

Baca Juga :  Bupati Madina Buka Puasa Bersama di Kampung Halaman: Stok BBM dan Sembako Normal

” Jadi saya heran, saya lihat digalundung, keretanya masih ada, sendalnya juga ada, jadi bisa saya simpulkan dia dibawa paksa, seperti diculik, dan pelaku yang jemput lebih dari satu orang”, ucapnya.

Dia menceritakan, isteri korban juga tidak miliki firasat apapun.”Namun tadi pagi sekitar pukul 08.00 wib istrinya bertanya ke saya dimana suaminya, saya jawab tidak tau, trus kemudian ada keluarga yang mengabari Terkait keberadaan korban yang sudah meninggal di RSUD Panyabungan”, ungkapnya.

Yakub juga membenarkan ada banyak luka bacok disekujur tubuh korban, diduga dilakukan oleh banyak orang.

Sementara itu, Butet juga keluarga korban yang dihubungi terpisah juga mengaku shock dengan kejadian tersebut.

Almarhum kata dia meninggalkan dua anak yatim Salwa masih kelas 1 SD dan Marwa masih usia 4 tahun.

Baca Juga :   Mobil Mogok di Jalur Perbukitan Samosir Berhasil Dievakuasi Polisi

Menurut keduanya, saat ini mayat korban masih berada di ruang mayat RSUD Panyabungan lama depan SMA 1 Panyabungan.

Baik Yakub maupun Butet meminta aparat kepolisian agar mengungkap tuntas kasus pembunuhan berencana ini.

“Sadis, polisi harus bisa secepatnya mengusut tuntas siapa – siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, dan kami minta agar pelaku dapat dihukum seberat – beratnya”, ucapnya

Diketahui,pembantaian korban berada dekat tong pengolahan tambang ilegal di perbatasan Panyabungan Barat dan kecamatan Hutabargot, polisi harus memeriksa pemilik tong, kenapa korban di bawa ke tempat itu dan siapa yang memerintahkan para pelaku menjemput paksa korban dari Galundungnya di Panyabungan Tonga.(FS )

-->