Aktivis Pariwisata Minta Dirut Baru BPODT yang Pahami Kawasan Danau Toba

sentralberita |Toba ~ Berakhirnya masa jabatan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) pada 31 Maret 2026 memicu harapan baru dari kalangan aktivis pariwisata. Mereka mendesak pemerintah agar menunjuk pemimpin baru yang benar-benar memahami potensi dan kebutuhan kawasan Danau Toba.

Aktivis pariwisata, Tambatua Sirait, meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk tidak memperpanjang masa jabatan Jimmy Bernando Panjaitan, baik menjadi pelaksana tugas maupun secara definitif.

“Dengan berakhirnya masa jabatan Jimmy B. Panjaitan, sudah cukup bagi masyarakat Danau Toba, kami membutuhkan perubahan, bukan perpanjangan masa jabatan, jadi kami meminta Kemenparekraf RI agar tidak memperpanjang jabatan yang bersangkutan, tetapi menghadirkan pemimpin baru yang lebih memahami Danau Toba,” ujar Tambatua.

Baca Juga :  Wabup Audi Murphy Sitorus Dorong PMI Toba Lebih Aktif di Lapangan

Ia menilai selama masa kepemimpinan Jimmy, tidak terlihat adanya terobosan signifikan dalam pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba.

“Selama ini kepemimpinan Jimmy Panjaitan cenderung stagnan dan tidak menunjukkan inovasi yang berarti. Danau Toba membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki semangat, visi, serta komitmen kuat untuk memajukan pariwisata secara berkelanjutan,” tegasnya.

Tambatua juga menambahkan bahwa Direktur Utama BPODT ke depan harus memiliki kedekatan dengan masyarakat lokal serta mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan warga di kawasan Danau Toba.

“Pemimpin BPODT harus hadir bukan hanya sebagai pejabat formal, tetapi sebagai penggerak pembangunan pariwisata yang berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.01/red

-->