Desak Usut Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS

sentralberita | Medan ~ Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Rabu (1/4) sore sempat “memanas”. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sumut berteriak lantang memanggil-mangggil Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, agar menerima aspirasi pengunjuk rasa.

“Kami minta Ketua DPRD Sumut keluar menemui kami mahasiswa, kami ingin agar Erni Ariyanti Sitorus menerima aspirasi kami, sebab kami tidak mau hanya anggota dewan saja yang menerima setiap kami menyampaikan aspirasi,” teriak massa berulang-ulang di depan gerbang utama gedung dewan.

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, tapi bentuk kekecewaan yang telah lama terpendam. Mahasiswa menilai pimpinan dewan kerap “menghindar” setiap kali rakyat datang membawa aspirasi.

“Setiap kami datang, selalu diwakilkan. Di mana tanggung jawab Ketua DPRD?” teriak salah satu orator dengan nada tinggi.
Ketegangan meningkat saat hampir satu jam berorasi, sosok yang ditunggu tak kunjung muncul. Massa pun mulai geram dan melontarkan ultimatum keras.
“Kalau tidak berani menemui rakyat, lebih baik mundur dari jabatan!” seru massa, disambut riuh tepuk tangan.
Aksi yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini diikuti mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut. Mereka membawa isu serius, terkait dugaan kekerasan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras.
Dalam orasinya, mahasiswa menilai tindakan tersebut sebagai bentuk teror dan pembungkaman terhadap suara kritis.
“Ini bukan sekadar kekerasan, ini upaya membungkam kebebasan sipil! Negara tidak boleh diam!” tegas orator di tengah rintik hujan.
Massa mendesak DPR RI melalui DPRD Sumut untuk tidak tutup mata dan segera mengambil sikap tegas. Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap dalang di balik aksi brutal itu.
“Penyiraman air keras ini sangat represif! Kami minta pelaku dan aktor intelektualnya diadili seadil-adilnya!” teriak massa sembari menuntut penghentian segala bentuk tindakan represif terhadap masyarakat sipil serta berikan jaminan kebebasan berekspresi tanpa intimidasi.
Setelah cukup lama berorasi, akhirnya aspirasi pengunjuk rasa diterima anggota DPRD Sumut H Hefriansyah SE MM dan berjanji akan membahas tuntutan pengunjuk rasa dengan mengundang berbagai pihak.

Baca Juga :  Gubernur Bobby Nasution dan DPRD Sumut Setujui Ranperda RPJMD 2025-2029

01/red

-->