Pemkab Madina Pastikan Seluruh Korban Terdampak Bencana Akan Dapat Bantuan
sentralberita | Madina ~ Seluruh korban terdampak bencana alam di kabupaten Mandailing Natal ( Madina) dipastikan akan mendapat bantuan dari pemerintah.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Saipullah Nasution melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Madina Mukhsin Nasution S.Sos,MM saat ditemui di ruang kerjanya,Kamis (22/1/2026).
Mukhsin mengungkapkan terdapat 78 Desa yang tersebar 21 kecamatan yang mengalami dampak bencana akhir tahun lalu.
” Daerah terparah yakni kecamatan Muara Batang Gadis ( MBG) sedang lahan terparah adalah kecamatan Siabu”, ucapnya.
Menurut Mukhsin, pada tahun 2026 ini, pemerintah akan fokus kepada pemulihan dampak bencana menyusul berakhirnya masa tanggap darurat.
Ia juga mengatakan, Pemkab Mandailing Natal telah melakukan seluruh pendataan korban dampak bencana ke pemerintah pusat secara teliti dan akurat.
Di Madina sendiri lanjutnya terdapat sejumlah kerusakan yang diderita warga masayarakat,yakni kerusakan rumah penduduk,lahan pertanianyang mengalami, oplahg,peternakan, kerusakan infrastruktur berupa jalan dan jembatan,sekolah, Puskesmas, UMKM, saluran irigasi dan sebagainya.
Dikatakan, pada saat terjadinya bencana bantuan sementara yang disalurkan pemkab Madina berasal dari anggaran tak terduga ( TT).
Ia menjelaskan, ke depan pemerintah akan memprioritaskan beberapa hal tertentu untuk dilakukan perbaikan maupun relokasi.
“Jadi saat ini pemindahan seluruh warga korban terdampak banjir yang berada di wilayah zona merah ke pemukiman baru yang telah disiapkan oleh Pemerintah”, menjadi prioritas utama”,bebernya sembari mengatakan langkah tersebut sebagai upaya preventif agar kedepannya masyarakat tidak lagi mengalami korban akibat bencana yang sama.
Dalam keterangannya, Mukhsin menyampaikan bahwa upaya relokasi bertujuan memberikan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi warga terdampak.
“Pemerintah berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, terutama mereka yang terkena dampak banjir terparah,” ucap Mukhsin.(22/01/26) di ruang kerjanya.
Karena itu, Pemkab Madina meminta kepada warga masyarakat yang direlokasi agar tidak kembali lagi ke rumahnya yang telah terkena banjir.
” Sehingga kami bersepakat agar rumah yang lama akan dirubuhkan agar tidak lagi digunakan atau ditempati”, pinta Mukhsin.
Pemerintah lanjut dia, akan segera menyiapkan lahan dan prasarana dasar untuk pemukiman baru, sehingga warga dapat mulai membangun kehidupan yang lebih baik tanpa khawatir akan ancaman banjir di masa mendatang.
” Pokoknya relokasi rumah terdampak bencana ini seperti perumahan lah, dilengkapi fasilitas sosial dan fasilitas umum”, katanya.
Sedangkan, untuk oplahg lahan pertanian serta normalisasi beberapa anak sungai juga akan menyusul perbaikan oleh pemerintah.
“Yang jelas semua kerugian warga masyarakat akan diganti oleh pemerintah, meski piring sekalipun”, pungkasnya.(FS)
