Kamp-Kamp Penampungan Bangladesh Mulai Kewalahan
Sentralberita| Jakarta~Kamp-kamp penampungan di Bangladesh mulai kewalahan menerima para pengungsi dan sebagian -menurut Vivian Tan- terpaksa mendirikan tempat penampungan sementara di ‘pinggir jalan dan di tempat manapun yang bisa mereka temui’.
“Jumlahnya amat mengkhawatirkan dan itu berarti bahwa kita harus meningkatkan upaya tanggapan dan bahwa situasi di Myanmar harus diatasi secara mendesak,” tambahnya.
UNHCR menjelaskan selain menggunakan jalan darat untuk melintasi perbatasan, sejumlah pengungsi menyeberang Sungai Naf maupun melintasi jalur laut, seperti 300 orang yang tiba di Cox’s Bazar dengan menggunakan perahu
Krisis di Rakhine ini mendorong beberapa tokoh dunia mengecam Aung San Suu Kyi, yang dianggap gagal melindungi umat Muslim Rohingya.
Peraih Nobel Perdamaian dan tokoh antiapartheid Afrika Selatan, Uskup Agung Desmond Tutu, termasuk yang mendesak Suu Kyi untuk bertindak, selain pemenang Nobel Perdamaian lainnya, Malala Yousafzai.
“Jika harga politik Anda untuk naik ke kantor tertinggi di Myanmar adalah diamnya Anda, maka harga itu jelas amat tinggi,” kata Uskup Agung Tutu, Kamis (07/09). (SB/bbc/i)

Pingback: พรมปูพื้นรถยนต์
Pingback: bio ethanol burner steel
Pingback: SAGAME350