Kloter 13 Gelobang Pertama Akhir, Kakanwil Kemenhaj: “Alhamdulillah Pelayanan Berlangsung Baik, Terimakasih Semua Pihak”

sentralberita|Medan~Kloter 13 merupakan gelobang pertama akhir diberangkatkan ke Madinah. Gelombang kedua adalah kloter 14 di Asrama Haji Embarkasi Medan.

“Alamdulillah Kolter 13 memasuki ruangan dan akan dilakukan proses pemberangkatan. Berkat doa, dukungan semua pihak, alhamdulillah tidak ada halangan, semua lancar dan jemaah di Tanah Suci menutut perkembangan yang kami dapatkan dalm keadaan lancar,”ujar Kakanwil Kemenhaj Sumut Zulkifli Sitorus saat pemerimaan Jemaah di Asrama Haji Medan, Selasa (5/5/2026..

“Selamat datang di Asrama Haji Embarkasi Medan, sudah mulai memasuki daerah steril, harus bisa menyesuaikan diri sehingga berangkat nantinya semua dengan sehat dalam menuju perjalan spritual,Ujar Kakanmenhaj menambahkan.

Sambil mengungkapkan Kemenhaj tahun ini memberikan layanan terbaik, Zulkifli menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga berjalan lancar.

Kloter 13 berasal dari Kabupaten Labuhanbatu, Labusel dan Medan berjumlah 360 jemaah. Jemaah Labuhanbatu langsung dilepas Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita di Aula Asrama Haji Rantauprapat.Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti hati seluruh keluarga dan kerabat yang hadir.

Acara diawali dengan rangkaian tradisi dan budaya khas masyarakat Labuhanbatu, yaitu pelaksanaan Upacara Adat Upa-upa dan Tepung Tawar.nSuasana semakin terasa sakral dan menyentuh hati saat setiap jamaah mendapatkan sentuhan tepung tawar sebagai simbol pembersihan diri dan niat yang suci sebelum berangkat.

Baca Juga :  5.019 Jemaah Calhaj  Sudah Diberangkatkan, Alhamdulillah Belum Ada Kabar Duka dari Tanah Suci

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita, juga menunjukkan perhatian yang sangat besar terhadap kenyamanan jamaah. Ia secara pribadi dan langsung menyerahkan cenderamata spesial kepada setiap calon jamaah.

Cenderamata yang diberikan berupa payung dan botol air minum khusus. Pemberian ini memiliki makna simbolis maupun praktis; payung diharapkan menjadi perlindungan dan naungan, sedangkan air minum menjadi simbol kesegaran dan kesehatan selama menjalankan ibadah yang membutuhkan stamina prima.

Bupati Maya Hasmita menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah perjalanan wisata atau perjalanan biasa, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang sangat agung dan mulia.

“Ibadah haji adalah panggilan Illahi yang sangat istimewa. Tidak semua orang diberikan kesempatan dan kemampuan untuk sampai ke sini. Oleh karena itu, junjung tinggi kesempatan emas ini,” ujar Bupati Maya.

Prosesi pelepasan ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon agar seluruh jamaah Kloter 13 diberikan keselamatan berangkat dan pulang, diberikan kemudahan dalam setiap urusan, dan diterima oleh Allah SWT sebagai Haji Mabrur.

Baca Juga :  Chandra Lubis Apresiasi Kepedulian Atika, Hadir Sepenuh Hati Mengantar Jemaah Haji

Sementara Jemaah Kabupaten Kloter 13 ini dipercaya menjadi Pembimbing jemaah Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bilah Hulu, H. Tukino, M.Sos. Tukino didampingi oleh lima petugas kloter lainnya yang terdiri dari Ketua Kloter, Dokter, Perawat, serta dua orang Petugas Haji Daerah (PHD).

Seluruh tim telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan kelancaran ibadah para jemaah. “Kami berkomitmen dan akan berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada seluruh jemaah Kloter 13,” ujar Tukino.

Ia juga memohon doa dan dukungan dari berbagai pihak agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik dan lancar. Kepada para jemaah, Tukino berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan, mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah, serta mengikuti arahan dan bimbingan dari petugas kloter selama pelaksanaan ibadah haji.

Dengan persiapan yang matang dan kerja sama semua pihak, diharapkan perjalanan ibadah haji tahun 2026 berjalan lancar, serta seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman.(Husni Lubis)

-->