Malam Pergantian Tahun Baru 2024-2025, Parapat Sepi Pengunjung

sentralberita|Parapat~Tidak seperti tahun sebelumnya saat malam menjelang pergantian tahun 2024-2025 Parapat yang dikenal pintu gerbang wisata Danau Toba kali ini mengalami penurunan kunjungan wisata secara drastis.

Amatan awak media saat malam pergantian tahun kali ini, Selasa (31/12/2024), lalu lintas yang keluar masuk Parapat terlihat landai tanpa kepadatan yang berarti. Lalu lalang kendaraan dan para wisatawan tidak terlihat di sepanjang jalan lingkar Parapat.

Selain itu terlihat masih banyak hotel yang belum terisi penuh, hanya homesty dan penginapan kecil yang terlihat berisi karena para agen yang bekerja keras memanggil tamu di pinggir jalan.

Salah seorang penjaga hotel melati di Parapat, Br Situmorang mengaku kepada awak media bahwa hotelnya hingga tengah malam ini belum terisi penuh.

“Kami masih belum berisi penuh bang, biasanya klw jam segini tahun lalu kami dah penuh pada sore hari,” ujar Br Situmorang.

Padahal sebelumnya, pergantian tahun baru biasanya menjadi momen puncak bagi Parapat sebagai pintu gerbang utama wisata Danau Toba. Momen itu biasanya dipadati pengunjung dari berbagai daerah, namun kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, malam pergantian tahun baru 2024-2025 kali ini menunjukkan trend penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan di Parapat.

Baca Juga :  Arus Lalu Lintas Lancar, KaPosyan Parapat: Rekayasa Lalin Malam Tahun Baru Masih Opsional

Dari pantauan awak media pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2024), suasana lalu lintas di Parapat terpantau lengang. Jalan lingkar Parapat yang biasanya ramai dengan lalu lalang kendaraan dan hiruk-pikuk wisatawan, kali ini terlihat sepi tanpa kepadatan yang berarti.

Hal serupa juga dirasakan oleh pengelola penginapan di daerah ini. Meski homestay dan penginapan kecil terlihat cukup terisi berkat upaya keras agen-agen yang memanggil tamu dari pinggir jalan, namun hotel-hotel besar masih terlihat jauh dari kondisi penuh.

Salah seorang penjaga hotel melati di Parapat, Br Situmorang, mengungkapkan bahwa hingga tengah malam, tingkat hunian hotelnya masih belum mencapai kapasitas penuh.

“Kami masih belum berisi penuh, Bang. Biasanya kalau jam segini di tahun lalu, hotel sudah penuh sejak sore hari,” ujar Br Situmorang.

Hal senada disampaikan wisatawan yang datang dari Pematang Siantar, Oliv dan keluarga mengaku perjalanan dari P. Siantar tidak melihat lalulintas yang padat selama perjalanan.

Baca Juga :  Pemkab Simalungun Gelar Giat Sertifikasi, Kelembagaan, Pengembangan Kompetensi Menejerial dan Fungsional

“Heran kali tahun ini, selama diperjalanan dari rumah tidak melihat lalulintas yang padat, bahkan saat tiba di Parapat semua sudut kota terlihat lengang,” ujar Oliv.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab penurunan drastis kunjungan wisatawan. Apakah ini disebabkan oleh perubahan tren wisata, kondisi ekonomi, faktor alam atau faktor lain yang mempengaruhi minat masyarakat untuk menghabiskan malam pergantian tahun di Parapat.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi warga setempat sebagai pelaku wisata, pemerintah dan pihak terkait, untuk mengevaluasi serta mencari solusi agar Parapat dapat kembali menjadi destinasi favorit di masa mendatang, terutama dalam momen-momen penting seperti liburan hari besar nasional.

Keadaan sepi yang terjadi di malam tahun baru kali ini menjadi sinyal penting bagi sektor pariwisata di Parapat. Langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik dan evaluasi pelayanan pariwisata harus segera dilakukan agar Parapat kembali menggeliat sebagai salah satu destinasi unggulan Danau Toba.(Feri)

-->