Ahmad Qosbi Lepas Tamu Allah Kloter 22,  Bupati Labusel: Do’akan Labusel dan  Pemimpinnya Lebih Baik

sentralberita|Medan~Tamu Allah Kloter 22 Embarkasi Medan berjumlah 359 orang yang terdiri kota Medan 2 orang, Labusel 291 orang , Sibolga 50 orang, Madina 2 orang , Pakpak Bharat 6 orang dan petugas 6 orang dilepas keberangkatannya menuju tanah suci oleh Kakanwil Kemenagsu yang juga Ketua PPIH Embarkasi Medan, H. Ahmad Qosbi Nasutin, Kamis (6/6/2024) pagi dari Asrama Haji Medan dengan diiringi lafadz talbiyah, lantunan shalawat dan azan yang menggema melepas tamu Allah tersebut.

Turut hadir pada pemberangkatan diantaranya, Bupati Labusel H.Edimin, Walikota Sibolga diwakli Plt Asisten Administrasi Pembangunan dan UmumHaslan Efendy, S.Sos, MM, Wakil Bupati Pakpak Bharat Dr. HMustyuhito Solin, Kabid Penyelenggraan Haji dan Umrah Kemenagsu, Dr. H. Zulfan Efendi, M.Si, Kandepag Sibolga Dr. H Bahrum Salaeh, MA, Kakandepag LabuselH. Awaluddin Habibi Siregar, S.Ag, MA, Kakandepag Pakpak Bharat Drs H. Syafrizal Bancin, MM.

Dalam sambutannya, Ahmad Qosbi mengharapkan agar Kloter 22 meski sejumlah daerah yang berangkat, namun tidak ada perbedaan, semuanya jamaah Sumatera Utara yang dimuliakan Allah dipanggil menunaikan ibadah haji tahunini.

Niatkan di dalam hati selama masih bisa menolong bisa membuat membantu, bisa berramah-tamah pada lain lakukan kebaikan tersebut . Srelanjutnya disampaikannya, bahwa Imam Masjid Nabawi Madinah sudah marah marah kepada jamaah Indonesia, kenapa? pada waktu sholat pun ada selfi dan berfoto-foto.

“Jamaah yang demikian tidak sah haji dan sudah pasti haji mabrur dan marburah tidak akan diraihnya. Jangan nanti bapak ibu karena mau buat kenang-kenangan bahwa foto-foto dan membuat vidio dengan kalaimat labbaik allahumma labbaik labbaik allahumma labbaik hal ini sudah dilarang. Kita ini dipanggil Allah ke tanah suci ternyata disia-siakan. Kloter 22 ini saya harapkan beribadahlah yang sebenar-benarnya,”ujar Kakanwil Kemenagsu ini.

Selanjutnya disampaikannya, agar mencamkan dihati, keberangkatan haji ini merupakan yang terakhir meski punya uang, karena 35 tahun baru bisa berangkat haji selanjutnya. Kalau umur sekarang 50 tahun maka usia 85 tahun baru berangkat.

Dalam suasana wukuf di Arafah tanggal 9 Juli laksanakanlah segala amal-amal kebaikan diantaranya perbanyak sholat sunat. Selanjutnya. berangkat Musdalifah, jangan memamakan dan mengambil yang bukan haknya, jaga nama baik daerah kita, bangsa kita. Kepada petugas laksanakan dengan iklas tugasnya, ciptakan kekompakan diantara para jamaah.

Akhirnya, saya ucapkan selamat jalan ke tanah suci, pulang kembali menjadi haji yang mabrur, terlihat wajah bapak- ibu berseri-seri dan kami terima dengan wajah bersih bersinar-sinar,harap Qosbi.

Sementara itu, Bupati Labuhan Batu Selatan H Edimin dalam sambutannya, juga mengingatkan petugas haji agar bekerja secara ikhlas dan profesional dalam melayani para tamu Allah ini, karena seluruh persiapan untuk ibadah haji sudah dipersiapkan.

“Kami titipkan jamaah haji Kloter 22 ini dan pesan kami agar jamaah calon haji dilayani secara baik, selama pelaksanaan ibadah haji ini,dan semoga seluruh jemaah bisa memperoleh haji mabrur dan hajjah mabruroh,”harap H Edimin.

H. Edimin juga menambahkan, agar jemaah haji banyak bersabar apalagi menghadapi cuaca yang cukup panas sekarang di Kota Mekkah, dan agar selalu berdoa dalam menjalankan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima.

“Haji ini merupakan panggilan Allah, tidak semua kita bisa sampai kesana, meskipun kita punya kemampuan keuangan, dan saya doakan semoga jemaah calon haji asal Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Kota Sibolga, Kabupaten Mandailing Natal, serta Kabupaten Pakpak Bharat ini, dapat menjadi haji mabrur dan mabruroh,” harap H Edimin.

Ketika berbincang dengan para jurnalis yang sejak pagi juga berada di Asrama Haji dan terlihat juga melambaikan tagan, Edimin berharap agar jamah haji mendo’akan Labuhanbatu Selatan terus maju dan berkembang sebagai Kabuapaten pemekaran di bawah kemepinannya saat ini bersama wakilnya.

“Saya mohon juga doa dari para jamaah haji agar kepemimpinan saat ini bisa berjalan masa mendatang, sehingga kemajuan dan perkembangan Labusel bisa tercapai tentunya dengan izin, Allah SWT.

“Saya meyakni, apapun yang kita cita-citakan tappa izinNya, tidak akan tercapai, kita hanya bisa berusaha dan berusaha semampunya, selanjutnya kita serahkan kepadaNya,”ujarnya.(SB/01)