Warga Madina Tuding Baznas “Mandul”, Tidak Ada Program Berjalan

sentralberita | Mandailing Natal ~ Badan amil zakat nasional (Baznas) Madina sebelumnya memiliki tekad yang kuat untuk memerdekakan mustahiq dari kemiskinan, salah satunya dengan aktif berbagi bantuan bagi warga miskin di wilayah kabupaten Mandailing Natal.

Tekad kuat Baznas Madina berbagi dan peduli itu kini tampaknya jalan ditempat dalam kurun kurang lebih enam bulan belakangan ini. Hal itu terjadi diduga akibat dengan adanya prahara di tubuh Baznas Madina itu sendiri.

Akibat Prahara tersebut, harapan pertolongan untuk mustahiq dan warga miskin itu terabaikan dan kini menjadi perbincangan dan mendapat beragam tanggapan dari sejumlah warga.

Seperti pada postingan Facebook Madina Mendesak.

Masyarakat mengadu…!!!

Mobil BAZNAS kenapa di kuasai perseorangan.. bukan instansi…

Buku tabungan BAZNAS bukan KTP yang bisa dibawa-bawa, “tulis Akun Madina Mendesak yang di-posting dua hari lalu.

Tanggapan dan komentar @Sobaruddin Harahap, mohon izin komen para ketua-ketua Madina. Sebenarnya masalah yang ada di BAZNAS Madina sudah lama dan banyak mengetahui. “Tapi mengapa tidak bisa mencuat ke publik atau disorot pemangku kebijakan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. “Tanya Sobaruddin.

Lebih lanjut, Sobaruddin menyampaikan bahwa BAZNAS hadir untuk membantu kemaslahatan ummat. “Tapi akibat ulah oknum yang ada didalamnya selalu mementingkan diri diatas kepentingan umum menjadikan nama baik BAZNAS buruk dimata masyarakat. “Sebutnya.

“Anehnya lagi, bantuan yang sudah seharusnya disalurkan kepada orang yang berhak menerimanya, malah tersendat uang di Bank Sumut akibat buku tabungan entah kemana, “ujar salah satu pegawai Bank.”tulisnya.

Sobaruddin memohon kepada Bupati Mandailing Natal kiranya tanggap atas persoalan pengurus internal BAZNAS. Sebab, menurutnya bilamana masalah ini berlarut-larut akan menimbulkan masalah baru yang mengundang kemarahan Ummat.

“Sebab bantuan BAZNAS ini sangat diperlukan warga miskin terutama mahasiswa yang mendapat beasiswa dari BAZNAS, “ungkapnya.

Terpisah, keluarga Balita Penderita Gizi Buruk dan TB Paru Asal Madina yang diketahui kini sedang dirawat di Rumah Sakit Lubuk Alung, Sumatera Barat itu, Henri Lubis menyampaikan dirinya dan keluarga balita tersebut sangat membutuhkan bantuan pertolongan.

Begitu juga dengan Warga miskin Pengidap Batu Karang, Fahri ansyah (3) anak dari pasangan Ismar ansyah dan Yuningsih warga Desa Sihepeng V, saat ini juga sedang dalam perawatan di Sumatera Barat

“Sejauh ini belum ada bantuan dari Pemkab Madina dan Baznas Madina, yang ada hanya bantuan pribadi dari masyarakat lewat open donasi ‘Riski Maulana’ yang kita buat, “ujarnya, padahal bantuan ini sangat kami butuhkan, “ungkapnya kepada wartawan, Senin (3/6/2024)

Sementara ketua Baznas Madina Amir Mahmud yang dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp membernarkan, bahwa program bantuan untuk mustahiq dan warga miskin sejak enam bulan yang lalu tidak ada penyaluran bantuan, artinya program jalan ditempat.

“Sejak Januari 2024 hingga kini kita belum pernah menyalurkan bantuan untuk Mustahiq dan warga miskin, hal ini akibat prahara yang terjadi di tubuh Baznas Madina, “ujarnya. (FS)