Pagelaran Seni dan Budaya Paluta di PRSU Meriah, Tampilkan Tarian Multi Etnis,  Bupati Bangga dan Harapkan ke Depan Lebih Baik

Terlihat Bupati Paluta Andar bersalaman dengan Usman Hasibuan diantara sejumlah tokoh yang hadir dalam pergelaran malam Seni dan Budaya Paluta di PRSU ke-49, Kamis malam. (Foto-Husni Lubis)

sentralberita|Medan~ Malam pagelaran seni dan budaya Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-49, Kamis malam (6/7/2023) meriah, dibuka Bupati Paluta Andar Amin Harahap di Pentas Keong komplek PRSU, Jalan Gatot Subroto  Medan.

Dalam pagelaran seni dan budaya Kabupaten Paluta memukau warga perantauan dan warga Paluta yang berdomisili di Medan dan sekitarnya. Berbagai keragaman seni budaya yang ditamilkan dengan tarian multi etnis oleh anak pondo Pesantren dan Putri Indonesia dan Putri Sumut menyatukan masyarakat untuk mewujudkan Padang Lawas Utara yang Beriman, Cerdas, Maju dan Beradat.

Kehadiran pentas Seni dan Budaya Paluta Tampil di PRSU, kata Ketua Panitia Eva Sartika  bertujuan untuk mempromosikan Seni dan Budaya Paluta dan sekaligus menarik kunjungan ke PRSU dan datang ke Paluta.

Bupati Padang Lawas Utara Andar Amin Harahap  menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan pengurus yayasan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) yang terus konsisten dan aktif menyeleng­garakan pagelaran pentas seni budaya dalam rangka mempromosikan eksistensi seni budaya di kalangan masyarakat.

Menurutnya, dengan pagelaran seni dan budaya tentunya memiliki arti penting dan bermakna strategis dalam upaya menjaga, melestarikan dan sekaligus memperkenalkan seni budaya Kabupaten Paluta kepada ma­syarakat luas.

“Kami sangat apresiasi terhadap seluruh panitia dan kami merasa bangga serta hormat terhadap mereka termasuk terlaksananya kegiatan hari ini. Seluruh masyarakat Padang Lawas Utara baik yang di sini baik yang di perantauan hadir semua hari ini memberikan dukungan terbaik., ujarnya .

Pagelar seni dan budaya ini secara otomatis menjadi ajang promosi, dimana Kabupaten Paluta  mempunyai kekayaan – kekayaan seni budaya adat kultur termasuk seni dan budaya yang ditampilkan. 

Baca Juga :  Lewat Seni, FJPI Suarakan Kebebasan Pers di Hari Kebebasan Pers Dunia

“Ini  baru sebagian kecil Kalau ditampilkan semua pula enggak cukup nanti waktunya. Paluta itu kaya dan mempunyai potensi yang luar biasa yang harus dipertahankan.

Begitujuga PRSU ke 49 sebagai ajang tahunan ini sangat luar biasa, karena setiap daerah diberikan kesempatan untuk menonjolkan potensinya masing-masing,”tuturnya.

Soal pembangunan Paluta selama saya menjabat, biarlah masyarakat yang menilai mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi. Karena masih banyak objek-objek wisata di Paluta,  insyaallah pemerintah daerah juga turut berpartisipasi untuk bagaimana agar destinasi wisata ini bisa diterima masyarakat dan ke depan bisa berkembang.

Sementara itu Tokoh masyarakat Paluta Prof Syahrin Harahap mengatakan, Kita semua merasa sangat berterima kasih kepada semua daerah-daerah yang telah mengedepankan budaya masing-masing di Pekan Raya Sumatera Utara ini. Dan kalau pada malam ini yang menampilkan budaya pagelaran budaya itu adalah Kabupaten Padang lawas Utara maka saya kira ada tiga hal yang perlu kita perhatikan dan ambil hikmah.

Pertama adalah saat ini semua budaya menghadapi terpaan budaya global sehingga budaya kita harus bisa bertahan tangguh di dalam gempuran budaya global sehingga identitas dan jati diri daerah kita itu menjadi bisa bertahan dan bisa memperkaya daerah masing-masing.

Kedua kita berharap agar semua pemerintah Daerah itu memberikan dorongan yang kuat yang betul-betul sungguh-sungguh di dalam memajukan budaya dan yang ketiga bagi tokoh masyarakat dan tokoh adat kiranya bisa memaknai  kehidupan mereka dengan tiga hal dari budaya yang pertama norma adat dan yang kedua adalah value nilai adat dan yang ketiga adalah local wisdom kearifan lokal jadi kalau pelaksanaan norma adat acara-acara adat saya kira berjalan dengan baik tapi persoalan kita sekarang adalah bagaimana agar nilai adat itu sejajar dengan acara-acara adat yang dilakukan, sehingga masyarakat kita bisa menerapkan dan menghidupkan nilai-nilai adat itu dalam kehidupan mereka, ucapnya. 

Baca Juga :  DPC GAMKI Medan Berikan Foto Karikatur, Landen Marbun Bangga dan Ucapkan Terimakasih

“Saya kira itu yang sangat penting untuk mempertahankan norma adat itu apa yang harus dilakukan dari pemerintah kemudian tokoh ada tokoh masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang ada dalam kehidupan masyarakat.

Keteladanan dari masyarakat adat bagaimana sebenarnya kita hidup di dunia modern tapi dengan tetap berpegang teguh pada adat istiadat atau nilai-nilai adat kita masing-masing.  oleh karenanya kepada daerah supaya betul-betul memasukkan nilai-nilai adat itu dalam hukum positif.

Saya melihat adanya antusiasme dari seluruh masyarakat  baik yang ada di Paluta maupun yang ada di luar paluta. Saya juga melihat ada keseriusan dari pemerintah Paluta, karena saya tahu betul bahwa Bupati itu adalah tokoh adat,”ungkapnya ketika ditemui media.

 Menurutnya, di dalam memajukan sesuatu bagaimana supaya di masa yang akan datang Bupati Paluta tetaplah bersikap untuk menegakkan  penguatan dasar-dasar seni dan budaya. maka sekarang bagaimana supaya pimpinan berikutnya bisa mewujudkan cita-cita daerah itu sehingga di masa yang akan datang daerah kita ini akan lebih maju, ucapnya.

Hadir menyaksikan pagelaran pentas seni budaya Paluta  di arena PRSU ke-49. Bupati Paluta Andar Amin Harahap, Sekdakab Paluta,Ketua DPRD Paluta Basri Harahap, Ketua Lembaga Adat Tongku Mukmin Harahap, sejumlah anggota DPRD Padang Lawas Utara, Forkopimda, Kejari Paluta, Kapolres Tapsel, Para OPD, Camat, Tokoh Masyarakat Padang Lawas Utara, Prof Syahrin Harahap, Usman Hasibuan, Maraimbang Daulay, Palit Muda Harahap, Calon Senator Asal Sumut Parulian Siregar MA, Ahmadan Harahap. (SB/Husni Lubis)

-->