Dwi Arimbi Lubis SE Saya Terkejut Jadi Pembawa Obor Porkot XII 2022
Dwi Arimbi Lubis, Pembawa Obor Porkot XII 2022.(f-ist)
sentralberita | Medan ~ Nama Dwi Arimbi tiba-tiba muncul kepermukaan jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Kota Medan tahun 2022 yang dilangsungkan hari ini, Sabtu (6/8/2022).
Pasalnya, ia diminta untuk membawakan api obor pembukan event terbesar kota Medan tersebut. Jelas saja ia terkejut, karena tak ada terpikir sama sekali akan menjadi pembawa obor.
“Ya saya jelas terkejut saat pertama kali ditelpon oleh pihak KONI Medan untuk membawa obor api pembukaan Porkot XII Medan tahun 2022,” kata Dwi yang pertama kali terjun sebagai atlet wushu junior di China tahun 1999 silam, Sabtu (6/8/2022).
Dikatakan, untuk memudahkan tugas sebagai pembawa api obor Porkot XII tahun 2022, sudah mengikuti latihan selama dua hari agar nantinya tidak terjadi kesalahan disana-sini.
“Saya sudah latihan untuk memantapkan diri . Sebab tugas ini disaksikan oleh pak Walikota Medan, bapak Bobby Nasution dan wakil walikita beserta para undangan lainnya,” ucap Dwi Arimbu yang lahir pada 5 nopemver 1986 lalu.
Menurutnya, terima kasih kepada Ketua KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani yang serius memperhatikan pengkot-pengkot dan setisp kecamatan dalam hal membina olahraga, sehingga disetiap event seperto Porprovsu, Kejurnas dan PON bahkan event internasional atlet Medan tetap menorehkan hasil maksimal.
Adapun tugas dilaksanakan Dwi Arimbi pada pembukaan adalah, ia akan mengilingi lintasan stadion Teladan Medan yang didampingi Farhan salah seorang atlet tarung drajat yang meraih medali emas pada PON Papua 2021 lalu.
Setelah selesai api obor laungsung diserahkan ke salah seorang atlet panahan untuk dilangsungkan ke tungku agar api Porkot menyala hingga event akbar kota Medan tersebut berakhir.
“Jadi dengan terpilih saya membawa api obir Porkot kota Medan, diminta kepada adek-adek atlet teruslah berlatih agar nantinya meraih prestasi maksimal. Sebab, mungkin dilibiatkannya saya tak lain ksrena prestasi yang saya raih,” tambah Dwi bersuamikan Yudiantoro dengan dua anak yang juga salah seorang Syahnia Ramadhani yang ikut berlatih sebagai atlet wushu junior wushu mengakhiri.
Disinggung mengenai pelatih, Dwi kembali mengatakan, masih tetap melatih tiga kali seminggu di Padepokan Supandi Kusuma.
“Selain saya sebagai ASN disalah satu intansi pemerintah Sumatera Utara, saya tetap melatih. Sebab saya akan risau pensiun melatih. Apalagi saya sangat ingin adanya regenerasi atlet wushu berkualitas kedepan,” pungkasnya mengakhiri. (01/red)