Kacabdis Provsu Cabang Asahan Buka Diskusi Literasi Digital Sebagai Pendukung Media Pembelajaran E- Learning

sentralberita I Batu Bara~ Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara wilayah Asahan dan Batu Bara Kurnia Utama ST, secara resmi membuka diskusi panel tentang Literasi Digital sebagai sarana pendukung dalam proses pembelajaran melalui Media Pembelajaran E- Learning.

Panel diskusi dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajan dimasa pandemi covid 19, dengan peserta para Kepala Sekolah SMA dan SMK se Kabupaten Asahan dan Batu Bara di Hotel Singapur Land, Jln lintas asahan Sei Balai, Senin (16/8/2021)

Drs Syaiful Syafri MM, Mantan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumatera Utara yang menjadi salah satu nara sumber menjelaskan bahwa Literasi Digital merupakan salah satu pendukung Media Pembelajaran E – Learning yang sangat efektif dipergunakan para guru, untuk mempersiapkan anak didik agar memiliki SDM unggul, Berkarakter, dan inofativ dalam meraih cita cita yang dimimpikan.

Literasi digital merupakan software yang mudah dan praktis, cukup diakses melalui situs google atau perangkat tehnologi kita.

“Karenanya Media Pembelajaran digital yang sering disebut E – Learning, didukung literasi digital, menjadi kebutuhan utama dalam proses belajar dan mengajar antara Guru dan Siswa ditengah pandemi covid 19, (sekolah jarak jauh). Untuk itu para Kepala Sekolah dapat mendorong setiap Guru untuk menigkatkan keterampilannya menggunakan tehnologi Informasi dan Komunikasi, serta Tehnologi Komputer atau sejenis tehnologi Android dalam proses belajar mengajar dimasa covid 19 yang berkepanjangan.”sebutnya

Diikuti 140 peserta, Mantan Kadis Pendidikan Sumut Syaiful Syafri, yang juga dihadiri Plt Kasi SMA ,T. Khusyairi, S.Stp, Dwi Hariyono dari PT Literasia Edutekno Digital dan sejumlah tehnisi digital dijelaskan bahwa Media Pembelajaran digital, sangat terbantu dengan hadirnya Literasi Digital, dalam proses belajar dan mengajar disatuan pendidikan.

Media pembelajaran digital, menghemat transportasi, memiliki waktu yang cukup, terbantu bahan bacaan, terbangun inovatif Guru dan Siswa,
Serta bahan pembelajaran dapat dikirim guru kepada siswa, disamping kontrol orang tua dalam proses pembelajaran.

Mengenai bagaimana tentang Literasi digital dalam prosesnya,tentunya ahlinya akan menjelaskan yang saat ini secara Tim dibawah koordinas Dwi Haryono, dari PT Literasia Edutekno Digital yang menjelaskan, sebut Syaiful. (SB/ru)