Wabup Pakpak Bharat Ajak Kaum Muslimin Gerakkan Kegiatan Islami

sentralberita | Pakpak Bharat ~ Seharusnyalah belajar Al-Quran dilaksanakan pada usia muda, ibarat mengukir di atas batu. Oleh karena itu kita akan terus upayakan dan cari jalan agar pondok di Pesantren dan fasilitas Hafidz Al-Quran semakin banyak dan berkembang pesat di Kabupaten Pakpak Bharat ini.

Kita harapkan sepuluh atau paling lama lima belas tahun kedepan akan tumbuh generasi  “khoiro ummah” yang terdiri dari hafidz/hafidzah yang berprestasi secara akademik dari Pakpak Bharat ini, demikian ungkap Mutsyihito Solin saat membuka sambutannya dalam acara Pembukaan “Pesantren Ramadhan” di Kecamatan Pergetteng-Getteng Sengkut.

Lebih jauh pria yang juga adalah Wakil Bupati Pakpak Bharat ini memaparkan master plan Pembangunan Kabupaten Pakpak Bharat pada lima tahun akan datang.

Keterbukaan akses dengan masyarakat luar, serta menjadikan Pakpak Bharat sebagai kawasan segitiga emas sesungguhnya ada alam rencana yang telah kami susun, masyarakat akan lebih cepat maju dan berkembang. Tingkat ekonomi sesungguhnya berbanding lurus dengan tingkat pendidikan termasuk kualitas keagamaan sebuah masyarakat, ungkapnya antusias.

Pesantren Ramadhan yang lahir atas inisiasi Youth Academician Moslem Camp (YAMC) ISTAID Center Medan ini sendiri akan dilaksanakan selam dua hari tanggal 12-13 Ramadhan 1442 H atau bertepatan dengan  tanggal 24-25 April 2021. Panitia penyelenggara berharap dengan adanya kegiatan ini akan dapat emnambah nilai Islami bagi segenap peserta.

Tidak lupa Wakil Bupati yang pernah lama menggeluti dunia pendidikan ini menyampaikan apresiasi yang tulus atas inisiatif YAMC ISTAID Center Medan khususnya kepada Direktur Eksekutif Prof. Sri Milfayetty dan seluruh tim yang terdiri dari 8 orang untuk mengambil peran dalam menggali potensi dan meraih prestasi generasi muda Islam di Pakpak Bharat.

Adalah sesungguhnya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga serta mengembangkan nilai-nilai Islami dalam segala sendi-sendi kehidupan ini terutama dalam berbangsa dan bernegara, Pungkas Mutsyuhito mengakhiri arahannya.(hc)