Aparat Polres Diduga ‘Picing Mata’, Poldasu Diminta Tertibkan di Judi Tebingtinggi

sentralberita | Tebing Tinggi ~ Diduga Polres Tebing Tinggi tutup mata terhadap perjudian yang marak di Tebing Tinggi. Karena itu diharapkan Polda turun untuk melakukan tindakan. Hal itu disebabkan perjudian dapat menimbukan pembentukan karakter yang buruk di masyarakat, selain itu dapat menjadi klaster baru penularan COVID -19 di masa Pandemi.

Di sejumlah lokasi, salah satunya adalah di Kelurahan Berohol di Jalan Dr Setia Budi Kopta Tebing Tinggi, yaitu persisnya dikawasan pergudangan Berohol yang hingga berita ini diturunkan, Senin (22/03/2021) terus beroperasi.

Ahwat salah seorang bandar di lokasi itu mengumpulkan massa untuk melakukan  judi jenis sangkuang  tampak tidak khawatir terhadap aparat baik yang bertugas di Kawasan Polsek   Rambutan maupun Polres Tebing TInggi. Lapak judi sangkuang yang diamati wartawan mencapai hampir ratusan juta rupiah dan  perjudian itu tidak mengindahkan sama sekali protokol kesehatan. Bahkan Ahwat mengatakan kepada wartawan tidak takut akan pemberitaan.

Pengamatan wartawan, Ahwat membuka lapak judi sangkuang di lokasi tersebut mulai petang hingga malam har. Diperkirakan bandar judi Sangkuang ini meraup keuntungan yang sangat  besar setiap harinya.. Kerumunan orang-orang  yang berjudi di lapak sangkuang tidak tampak   sama sekali menggunakan masker maupun menjaga jarak Selain itu  di lokasi itu tidak tampak bak untuk mencuci tangan.

Andi salah seorang yang tinggal di kelurahan Berohol berharap Polres Tebing TInggi tidak tutup mata dan juga Polda SUmatera Utara untuk bertindak menutup lokasi perjudian yang lokasinya tak jauh dari Kantor Kelurahan Berohol Kota Tebing Tinggi itu. Selain menimbulkan pembentukan karakter yang buruk bagi masyarakat yang mengharapkan keuntungan dengan bertaruh judi sangkuang Andi Juga mengesalkan  bandar judi Ahwat tidak mengindahkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid – 19 ini. Dikhawatirkan pemerintah sudah tak jemu-jemu mengimbau masyarakat untuk menghindari kerumunan, namun  Ahwat ymalah membuka areena perjudian sangkuang dengan mengundang kerumunan.

“Jangan kalau di kegiatan kemalangan Lurah dan Aparat Kepolisian datang mengimbau agar mengindahkan protokol kesehatan namun di tengah-tengah perjudian Lurah maupun aparat Kepolisian tidak pernah turun melakukan.

Beberapa warga di Berohol Kota Tebing Tinggi sangat mengkhawatirkan lapak-lapak perjudian seperti yang dibuka oleh Ahwat menimbulkan klaster baru penularan Covid -19 di Kota Tebing Tinggi. (hcc)