Leicester Tekuk helsea: Menang 2-0, The Foxes Kudeta MU di Puncak Klasemen

sentralberita | Inggris ~ Leicester City sukses menyudahi laga tunda pekan 18 Liga Inggris 2020/21 dengan gemilang. Menjamu Chelsea di King Power Stadium, Rabu (20/1) dini hari WIB, The Foxes menang dengan skor 2-0.

Aktor di balik kemenangan Leicester di laga ini dicatatkan atas nama Wilfred Ndidi (6′) dan James Maddison (41′).

Kemenangan ini cukup istimewa. Sebab, Leicester sukses mengudeta puncak klasemen dari Man United. Saat ini, pasukan Brendan Rodgers mengantongi 38 poin atau unggul 1 poin lebih banyak dari MU.

Di satu sisi, Chelsea turun ke peringkat kedelapan. Kekalahan ini membikin armada Frank Lampard tetap mengantongi 29 poin.

Daftar Susunan Pemain Leicester vs Chelsea

Leicester City (4-2-3-1): Kasper Schmeichel; Timothy Castagne, Wesley Fofana, Jonny Evans, James Justin; Wilfred Ndidi, Youri Tielemans; Marc Albrighton, James Maddison, Harvey Barnes; Jamie Vardy.

Chelsea (4-3-3): Edouard Mendy; Reece James, Thiago Silva, Antonio Rudiger, Ben Chilwell; Kai Havertz, Mateo Kovacic, Mason Mount; Callum Hudson-Odoi, Christian Pulisic, Tammy Abraham.

Jalannya Pertandingan Leicester vs Chelsea

Leicester memberikan kejutan di awal-awal laga. Laga belum genap berjalan 10 menit, mereka sudah unggul via sepakan Ndidi dari luar kotak penalti.

Adapun, proses gol lahir karena kemelut di kotak penalti Chelsea usai mengantisipasi sepak pojok. Bola kiriman Barnes sukses dikonversi menjadi gol oleh Ndidi.

Tertinggal satu gol, Chelsea justru tertekan. Sebab, dalam kurun waktu 20 menit, Leicester memberikan tekanan via Maddison via sepakan jarak dekat.

Selebrasi pemain Leicester City usai mencetak gol ke gawang Chelsea pada pertandingan lanjutan Premier League di King Power Stadium, Leicester, Inggris. Foto: Rui Vieira/Pool/REUTERS

Chelsea akhirnya merespons selepas menit ke-20. Lewat situasi bola mati, James mendapat peluang menyamakan kedudukan. Hanya, upaya bek Chelsea tersebut mentah oleh aksi Schmeichel.

Selain itu ada kans dari Hudson-Odoi. Tapi, aksi sepakan jarak jauhnya masih melebar tipis dari jala Leicester.

Tuan rumah justru kembali memberikan kejutan. Lewat skema serangan balik, Albrighton mengirim long ball ke sepertiga lapangan akhir Chelsea.

Di situasi tersebut, Vardy dan Maddison berupaya mengejar bola. Namun, pemain yang disebutkan belakangan yang akhirnya mencetak gol kedua buat Leicester. Skor 2-0 keunggulan Leicester bertahan hingga babak pertama rampung.

Secara statistik, kedua tim sama kuat dalam menyerang. Leicester melepaskan 5 upaya mencetak gol dan 4 di antaranya mengarah ke gawang dan 2 berujung gol. Di satu sisi, Chelsea menciptakan 4 peluang dengan 2 di antaranya memberikan ancaman buat jala Leicester.

Kembali dari ruang ganti, Leicester kembali menerapkan sistem yang sama layaknya babak pertama. Mereka intens memberikan tekanan plus sistem penguasaan bola yang menyentuh 72 berbanding 28 persen.

Hasilnya bikin Chelsea megap-megap. Bukti nyatanya terjadi saat Justin nyaris memperlebar jarak keunggulan Leicester via sundulannya. Beruntung, tentunya buat Chelsea, upaya tersebut masih melenceng.

Leicester sempat bersorak kembali untuk kali ketiga pada menit ke-56. Sepakan Maddison sukses menjebol jala Chelsea yang dijaga Mendy. Namun demikian, gol kedua pemain 24 tahun ini dianulir karena offside.

Setelah satu jam laga berjalan, Leicester sedikit menurunkan tempo serangan. Di satu sisi, Chelsea yang beruapaya mempersempit defisit gol, kerap menemui kegagalan lantaran sejumlah faktor. Salah satunya, kesulitan menembus barisan pertahanan Leicester.

Tapi, Chelsea sukses mencetak gol di menit ke-86 via Werner. Tapi, usai tinjauan VAR aksi winger Chelsea tersebut harus berujung kegagalan karena terjebak offside.

Alhasil, hingga laga rampung, skor 2-0 tetap bertahan. Leicester kini berhak untuk pemuncak klasemen atas hasil ini. (kc/ras)