HUT ke-13 Tahun FJPI Di Tengah Pandemi Yang Masih Melanda Indonesia

Sentralberita/Medan~Ditengah Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Sumatera Utara (FJPI Sumut)  tetap bergandengan tangan untuk bersama-sama melakukan sesuatu untuk perempuan dan masyarakat secara luas.

Menginjak usia ke-13 tahun pada 22 Desember 2020 lalu, FJPI yang tergabung dari jurnalis perempuan di Sumut yang kini memiliki 10 cabang di Indonesia telah banyak mengalami suka dan duka.

Dikatakan Ketua FJPI Sumut, Lia Anggia Nasution perayaan HUT ke-13 FJPI dengan tema “Pandemi tak Meluruhkan Semangat, Tetap Bergerak dan Berkolaborasi untuk Perempuan Berdaya.

Yang dilakukan secara internal, lebih kepada evaluasi program dan penguatan internal yang diadakan di Cafe Roemah 28 Jl. Sei Selayang, Kamis (24/12/2020) dan tetap menerapkan prokes ( Protokol Kesehatan ).

Sepanjang tahun 2020 ini, dijelaskan Anggi sapaan akrabnya beberapa program sudah dilakukan, meski kegiatan itu tersendat-sendat karena anggota tidak bisa bertemu langsung lantaran Pandemi Covid-19. Bahkan untuk rapat anggota juga ditunda untuk dilakukan bertemu langsung dan dilakukan secara virtual.

“Memang pandemi ini membuat banyak program kita terhambat, karena banyak program yang sudah kita usulkan tapi lagi-lagi karena pandemi jadi terhambat. 

Namun, webinar tetap berjalan lancar salah satunya webinar di Hari Anak bekerja sama dengan Kementerian PPPA dalam rangka Peringatan Hari Anak 2020. Kita juga banyak menerima masukan dari Ketua Umum FJPI Uni Lubis dan anggota FJPI se-Indonesia,” terangnya.

Selain webinar, sambung Anggi, bakti sosial FJPI Berbagi yang setiap tahunnya juga tetap sukses dilaksanakan. FJPI Berbagi ini adalah kegiatan yang membagikan sembako kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dan masyarakat duafa pada bulan Ramadhan tahun ini.

 “Nah, yang terakhir FJPI Sumut juga telah berikan bantuan pada korban banjir untuk masyarakat Kota Medan dan Deliserdang. 
Bantuan yang diberikan berupa nasi bungkus, pakaian, sembako serta keperluan bayi dan anak juga berjalan dengan baik.

Saya, berterimakasih pada seluruh  anggota FJPI yang telah memberi support. Meski pandemi tak menyurutkan semangat kita tetap bergerak dan berkolaborasi bersama-sama untuk kemajuan perempuan,” sebut Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan ini.

Dalam kesempatan itu, Anggi mengatakan untuk refleksi di usia ke-13 tahun ini lebih pada mencari jati diri. Mencari bentuk seperti apa diri organisasi ini. “Hingga usia ke 13 tahun ini, mudah-mudahan FJPI tetap berjalan pada visi dan misinya. Mewujudkan jurnalis perempuan yang profesional untuk kemajuan kaum perempuan Indonesia. Kita juga tetap pada organisasi non partisan dan tetap menjaga harga diri organisasi. Insya Allah ini akan berjalan seterusnya dan kedepan,” pungkas Anggi.

Menurut Anggi, sejauh ini FJPI selalu bergerak dan meneladani tokoh-tokoh jurnalis perempuan di Sumut seperti almarhumah Bunda Ani Idrus, sebagai pendiri Dunia Wanita. Lalu, Butet Satidjah dan Rohana Koeddoes sebagai pendiri Koran Perempoean Bergerak, dan tokoh jurnalis perempuan Sumut lainnya.

( SB/Debbi )