Perubahan Iklim Ancam Sistem Sanitasi, USAID IUWASH PLUS Talkshow Online

Tim IUWASH PLUS menggelar talkshow online untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Sanitasi di Medan, Kamis (19/11).

sentralberita|Medan~Saat ini perubahan iklim semakin cepat. Banjir, kekeringan dan naiknya permukaan laut mengancam sistem sanitasi – mulai dari toilet, tangki septik, hingga instalasi pengolahan.

Siaran pers dari USAID IUWASH PLUS yang diterima Kamis (19/11) menyebut air banjir dapat mencemari sumber air yang digunakan untuk air minum atau merusak toilet dan menyebarkan kotoran manusia ke lingkungan masyarakat dan tanaman pangan, menyebabkan penyakit yang mematikan dan kronis.

Setiap orang harus memiliki sanitasi yang berkelanjutan, disamping fasilitas air bersih dan cuci tangan, untuk membantu melindungi dan menjaga kesehatan kita, serta menghentikan penyebaran penyakit menular yang mematikan seperti Covid-19, kolera, dan tifus.

Toilet dapat membantu kita melawan perubahan iklim. Air limbah dan lumpur dari toilet mengandung air, nutrisi, dan energi yang berharga. Sistem sanitasi berkelanjutan memanfaatkan limbah secara produktif untuk meningkatkan pertanian dengan aman, mengurangi, dan menangkap emisi untuk energi yang lebih hijau.

Di Indonesia, Statistik tahun 2016 melaporkan bahwa tiga dari sepuluh rumah tangga di seluruh negeri tidak memiliki akses ke sanitasi yang lebih baik — jamban dengan penampung tinja. Selain itu, beberapa operator penyedotan tinja swasta masih membuang tinja ke sungai.

Keadaan ini diperparah dengan tidak adanya Instalasi Pengolahan Septage (STP) di beberapa daerah. Oleh karena itu, perlu dibangun toilet dan sistem sanitasi yang dapat menjaga kesehatan masyarakat dan juga aman bagi lingkungan, antara lain Fecal Sludge Management (FSM).

Tahun ini, tema tersebut menekankan pentingnya “Sanitasi berkelanjutan dan perubahan iklim”. Setiap orang harus memiliki sanitasi berkelanjutan yang dapat bertahan dalam perubahan iklim dan menjaga komunitas tetap sehat dan berfungsi.

Hari Toilet Sedunia adalah Peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang merayakan toilet dan meningkatkan kesadaran dari 4,2 miliar orang yang hidup tanpa akses ke sanitasi yang dikelola dengan aman. Hari toilet Sedunia adalah tentang mengambil tindakan untuk mengatasi krisis sanitasi global dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 6: air dan sanitasi.

Sanitasi berkelanjutan dapat bertahan terhadap perubahan iklim dan dengan aman memproses limbah tubuh. Toilet, dikombinasikan dengan septic tank, air bersih, dan kebersihan yang baik, merupakan pertahanan yang kuat terhadap #Covid-19 dan wabah penyakit di masa depan.

Dalam konteks Indonesia, membangun sanitasi berkelanjutan belum secara langsung ditujukan untuk mengurangi gas rumah kaca, namun sanitasi berkelanjutan bertujuan untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas melalui intervensi penyediaan akses sanitasi yang dikelola dengan aman.

Menyampaikan pesan yang jelas, tentang bagaimana tindakan sederhana dalam mengoperasikan dan memelihara septic tank dengan benar, dapat berkontribusi pada ketahanan perubahan iklim daripada yang diharapkan.

Bekerja sama dengan Cleanomic, organisasi yang bertujuan untuk mempromosikan ekonomi bersih dengan menyediakan konten yang informatif dan produk yang berkelanjutan, USAID IUWASH PLUS mengadakan talkshow online yang akan memperkuat advokasi dan promosi, terutama dalam

meningkatkan pemahaman masyarakat tentang masalah WASH, dengan memberikan pemahaman tentang kondisi sanitasi di Indonesia dan menjadi alat penyebaran informasi dalam meningkatkan kesadaran akan #SanitasiAman yang berkelanjutan berkaitan dengan ketahanan iklim. (Wie)