Saatnya Medan Terapkan Meritocrasi, Bobby Nasution Orangnya

sentralberita|Medn~Cibiran soal politik dinasti kepada calon Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution terus dicecar. Menantu presiden Jokowi inipun dicecar pertanyaan soal politik dinasti dalam tayangan program Matanajwa bertema Berebut Tahta di Tengah Wabah yang ditayangkan live di Trans7, Rabu (30/92020) malam. Padahal, sosok pengusaha milenial ini, memiliki kapabilitas dan layak untuk memimpin Kota Medan.

Juru Bicara Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Meryl Roulina Saragih mengungkapkan pencalonan Bobby sebagai Wali Kota Medan, bukan soal politik dinasti. Harus diperhatikan bahwa sebagai warga negara Indonesia, Bobby Nasution memiliki hak untuk memilih dan dipilih.

“Siapapun dia, terlepas dari dia anak presiden, menantu presiden atau bahkan rakyat biasapun, asal warga negara Indonesia dan memenuhi syarat-syarat dan mampu untuk memimpin suatu kota, dia layak untuk dicalonkan dan untuk dipilih,” katanya, Kamis (1/10/2020).

Sekarang ini, lanjut Meryl, sistem yang ingin dibangun Bobby-Aulia adalah sistem meritocrasi, merit system. Yakni sistem dimana semua orang, dimana dia bisa, dia mampu, dia bisa mencalonkan diri sebagai pemimpin. “Dan disini Bobby memilih jalur pengabdian melalui politik dengan menjadi calon wali kota Medan,” terang kader PDI-P ini.

Saat ini, imbuhnya, bukan lagi saatnya bicara tentang isu-isu personal juga tentang latar belakang dalam kontestasi politik. Tapi harus bicara tentang program-program dan visi-misi, yaitu apa yang ingin ditawarkan untuk Kota Medan.

“Jadi dalam kontestasi politik ini, sudah tidak zamannya lagi bicara personal. Tapi apa yang bisa ditawarkan untuk Kota Medan, visi-misi apa yang bisa dibawa ke Kota Medan.

Dalam hal ini, Bobby membawa Kolaborasi Medan Berkah untuk Medan Maju, Medan Berkah, juga reformasi birokrasi, mengenai kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan kepada masyarakat, perbaikan infrastruktur dan lain sebagainya,” jelas Anggota DPRD Sumut ini.

Kata Meryl, program-programlah yang nantinya akan diadu dalam kontestasi politik ini. Sehingga bisa benar-benar memberikan perubahan lebih baik di masyarakat.

“Sekarang ini, bukan saatnya lagi hanya sibuk memikirkan Bobby ini anak siapa, tapi sibuklah berjuang untuk memenangkan hati rakyat. Berjuang untuk hak-hak rakyat,” tandasnya.(SB/01)