Datang Terlambat di Acara KPK, Pengamat: Kredibilitas Akhyar-Salman Diragukan

sentralberita|Medan~ Seluruh calon kepala daerah yang akan berkompetisi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, diundang menghadiri kegiatan Pilkada Berintegritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (27/01/2020) pagi.

Pasangan calon (paslon) Wali Kota nomor urut 2, Bobby Nasution tampak hadir pada jam 09.25 Wib, ditemani pendampingnya, Aulia Rachman.

Mereka lalu memasuki ruangan kegiatan, duduk berdampingan di berdampingan di kursi yang disediakan. Tampak calon wakil wali kota nomor urut 1 Salman Alfarisi sudah duduk sendirian.

Kondisi ini menarik perhatian wartawan yang hadir, lantaran Salman Alfarisi hadir sendiri tanpa calon wali kotanya, Akhyar Nasution. Hingga acara dimulai jam 09.30 Wib, petahana ini pun belum muncul.

Tepat jam 10.00 Wib, Akhyar Nasution bersama rombongan tampak berjalan dari Posko Pemenangan Akhyar-Salman menuju Rumah Dinas Gubernur Sumut.

Didampingi empat orang pendukungnya, Akhyar melangkah santai melewati Pendopo, tempat kegiatan digelar. Panitia kegiatan yang kebetulan mengenali Akhyar, langsung memanggil rombongan untuk mendekat ke lokasi

“Pak, sini pak. Di sini lokasinya,” teriak petugas registrasi.

Mereka pun langsung mendatangi lokasi kegiatan bersama, dan masuk saat kegiatan sudah dibuka oleh penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Datang terlambat, Akhyar juga tampak pulang terlebih dahulu. Tak berapa lama, pendampingnya, Salman Alfarisi ikut pulang saat konferensi pers berlangsung.

Ditanya wartawan terkait hal ini, Salman berkilah. Menurutnya, acara yang digelar KPU ini disampaikan mendadak.

“Jadi sebetulnya kan agenda ini disampaikan kepada kami dalam waktu yang belum lama. Sehingga tentunya agenda pertemuan dengan yang lain sudah teragendakan, sehingga kalau seandainya tidak mengakomodirkan juga nanti tentunya akan membuat konstituen ataupun masyarakat kecewa,” jelas dia.

Oleh sebab itu, sambungnya, walaupun Akhyar hadir terlambat tetapi poin atau apa yang disampaikan oleh pihak penyelenggara, sudah diserap.

Tak bisa dianggap remeh, keterlambatan Akhyar-Salman di acara itu dikomentari oleh pengamat politik Dadang Darmawan.

Mestinya ditengah warga Kota Medan sangat membutuhkan komitmen paslon untuk tidak terlibat KKN seperti yang terjadi pada wali kota sebelumnya yang selalu dicokok KPK, harus dijadikan prioritas.

“Maka undangan atau agenda bersama KPK, dapat dijadikan momentum untuk meyakinkan Warga Kota Medan tentang keseriusan paslon memberantas Korupsi yang dapat ditunjukkan dengan antusiasme, disiplin, penghormatan dan penghargaan yang setingginya atas acara tersebut,” papar Dadang Selasa (27/102020) malam.

Namun amat disayangkan paslon nomor urut 1 ternyata tidak menunjukkan adanya antusiasme, disiplin, penghormatan dan penghargaan atas acara tersebut.

“Sesuatu yang tentu saja dapat menurunkan kredibilitas keduanya di mata Warga Kota Medan,” kata Dadang.(SB/01)