Plt Kajatisu Serba Tidak Tau Setiap Kasus Yang Ditanyakan

sentralberita|Medan~ Plt Kajati Sumut Jacob Hendrik, serba tidak tahu tentang banyak kasus yang ditanyakan. Bahkan balik menuding wartawan dengan sebutan ‘memperkosa’ dirinya bahkan menyebut wartawan ‘ngeyel’.

Hal tersebut tercetus saat konferensi pers di gedung Kejatisu yang diprakarsai Asintel Dwi Setyo Dan Plt Kasipenkum Karya Graham Senin (14/9)Sore.

Konferensi pers tersebut untuk menjelaskan pemeriksaan Kajari Deli Serdang oleh KPK beberapa hari lalu.

Usai menjelaskan prihal pemeriksaan Kajari Deli Serdang, sejumlah wartawan yang hadir mempertanyakan tentang penanganan kasus korupsi yang ditangani Kejatisu, seperti kasus PT Perkebunan, kasus BPJS, berbagai kasus yang ditangani di Kejari Medan dan kasus korupsi UINSU yang saat ini disidik Poldasu.

Anehnya, diluar dugaan bukannya menjelaskan secara gamblang tentang kasus dimaksud,Plt Kajatisu Jacob Hendrik mengaku tidak tau bahkan berbalik menuding wartawan seolah “memperkosa” dirinya dan menyebut wartawan ngeyel atas pertanyaan tersebut.

Misalnya, ketika seorang wartawan media cetak bertanya soal dugaan korupsi di PT Perkebunan yang diduga merugikan negara Rp.50 miliar.

Plt Kajatisu mengaku tidak tau sama sekali tentang kasus tersebut.” Apa itu,saya gak tau itu,kamu jangan paksa saya kalau tidak tau,kamu seperti memperkosa saya”,sebutnya ketika disebutkan bahwa kasus itu pernah diungkapkan langsung oleh mantan Kajatisu DR Amir Yanto dihadapan wartawan beberapa bulan lalu.

“Yang jelasin kasusnya bukan saya, kenapa nanyak ke saya, tanya sama orangnya langsung (Mantan Kajatisu Amir Yanto),” tambahnya.

Dilain sisi, Plt itu mengatakan hal yang serupa kepada wartawan yang lain, bahkan sampai menyebut wartawan itu dengan kata yang tidak seharusnya di ucapkan seorang pejabat.

“Anda tidak tau apa-apa, anda tidak paham, kamu jangan ngeyel,” ketusnya seakan ingin menutupi kasus dugaan korupsi di UINSU yang sedang ditangani penyidik Krimsus Poldasu.

Pasalnya kasus pembangunan gedung UINSU yang menyeret rektor Saidurrahman itu adalah didampingi TP4D Kejatisu.

Ketika ditanya,bukankah kehadiran TP4D dalam pendampingan pengerjaan proyek untuk menghindari terjadinya penyelewengan anggaran,berarti TP4D bobol dong?

“Anda gak paham,anda gak tau apa-apa,anda jangan ngeyel,” tudingnya dengan nada tinggi tanpa memberikan penjelasan sedikitpun.

Begitu juga dengan lima kasus korupsi di Kejari Medan yang ditanyakan wartawan lain.” Saya Ndak tau itu,silahkan tanya ke orangnya jangan tanya ke saya,ini Kajarinya tanya ke dia”,elak Jacob sambil menoleh ke arah Asintel Dwi Setyo yang mantan Kajari Medan.(SB/01/ FS)