Pengguna Transportasi Kereta Api Bandara Kualanamu yang Dikelola PT Railink Merasa Kecewa

sentralberita|Medan~ Pengguna transportasi kereta api Bandara Kualanamu yang dikelola PT Railink merasa kecewa.

Keluhan kekecewaan itu menguap dikarenakan fasilitas dan sarana publik yang ada di kereta api Bandara Kualanamu, tidak dapat dipergunakan oleh konsumen PT Railink.

Seperti toilet, tidak dapat dipergunakan oleh pengunjung dikarenakan masih ditutup pihak pengelola.

Bukan hanya itu, fasilitas Musholla untuk tempat beribadah juga belum bisa dimanfaatkan.

“Kenapa ya fasilitas dan sarana yang ada di kereta api bandara belum bisa digunakan?” ucap Zulfi, salah seorang pelanggan kereta api bandara Railink, Jumat (28/8/2020).

Zulfi yang berprofesi Humas Star Group sangat kecewa dengan fasilitas dan sarana publik kereta api bandara yang belum memadai.

“Toilet itu merupakan sarana umum yang sangat dibutuhkan oleh pengunjung. Gimana kalau sudah sesak buang hajat usai turun dari kereta api. Kemana lagi kita pergi?” cetus Zulfi.

Menurutnya, pihak pengelola kereta api bandara harus sesegera mungkin membuka layanan publik tersebut demi kenyamanan pelanggan atau konsumen.

“Jangan sampai berlarut penutupan sarana dan fasilitas publik pada pelanggan kereta api Bandara Kualanamu, karena itu sangat dibutuhkan,” beber mantan Sekretaris Combat Sumut.

Keluhan yang sama juga diungkapkan Erwinsyah. Pengguna jasa transportasi kereta api Railink ini kecewa dengan penutupan fasilitas publik di area kereta api bandara Kualanamu.

“Kami sebagai pelanggan pengguna jasa kereta api sudah membayar cukup mahal, tapi apa yang didapat. Toilet pun ditutup.

Untuk buang hajat harus la menyeberang ke terminal bandara. Kan sangat merepotkan kondisinya,” sebut Erwin seraya menambahkan, sarana penerangan dan pendingin juga tidak berfungsi dengan baik.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Advokasi Perlindungan dan Konsumen (LAPK), Padian Adi Siregar yang diminta komentarnya terkait sarana dan fasilitas publik kereta api Bandara Kualanamu, sangat menyayangkan informasi keluhan masyarakat atas sarana publik tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh konsumen.

“Harusnya pengelola kereta api Bandara Kualanamu menyediakan fasilitas dan sarana publik untuk konsumen atau pengguna jasa. Karena biaya yang dikeluarkan oleh konsumen sudah include dengan kenyamanan sarana dan fasilitas publik yang tersedia,” ungkapnya via seluler.

Ia berharap, kondisi fasilitas dan sarana publik harus segera dioperasionalkan demi kenyamanan masyarakat sebagai konsumen pengguna jasa transportasi kereta api bandara.

“Kita harap pihak pengelola untuk memperhatikan keluhan pelanggannya. Jangan sampai berkepanjangan keluhan tersebut,” ucapnya.(SB/01)