Mantan Anggota Paskibraka, Jualan Online Menjanjikan di Tengah Pandemi

sentralberita|Medan~Pepatah mengatakan dimana ada kemauan disitu ada jalan, agaknya itulah yang sekarang berlaku buat Junida Asnun Pohan (42), mantan anggota Paskibraka yang saat ini berprofesi sebagai pedagang online.

“Dulunya banyak usaha yang saya miliki. Tapi, sejak adanya covid19. Mengharuskan kita semua melakukan Lockdown. Itu membuat kita harus stay home. Makanya saya mutar otak. Apa yang bisa kita lakukan di saat seperti ini. Pilihan itu adalah jualan secara online. Jualan melalui media sosmed atau sosial media,” kata Juni.

” Dagangan online saya fokuskan di bidang kuliner. Walau pun saya alumni Fakultas Pertanian tapi keinginan saya menekuni bisnis kuliner ini sangat menggebu. Saat kuliah saya juga sambil bekerja,” ujar ibu tiga anak saat ditemui di Simpang Selayang, Rabu (19/8).

Menurut Juni, walau hanya secara otodidak tapi bisnis online ini sudah dijalaninya sejak lima bulan yang lalu.

Awalnya, dari orderan tetangga, teman dan sodara. Tapi, dasarnya orangnya tak mau diam alumni Jaka dan Dara ini selalu menawarkan kuliner yang berbeda-beda.

” Saya fokusnya ke cake/bolu. Karena cake pasti banyak digemari orang. Sangking kemaruknya bisnis online. Setiap saat saya posting cake saya di media sosial. Biasanya saya selalu komen,hari ini saya bikin bolu jadul, brownies dan lain-lain,” tutur mantan karyawan bank ini lugas.

Suatu saat hati Juni berbunga-bunga. Betapa tidak, dia dapat orderan 6 loyang cake susu Lembang dari konsumennya di luar kota. Uniknya, susu nya dibeli Juni dari Lembang.

” Alhamdulillah…betapa senangnya hati saya. Sehingga itu membuat saya semakin semangat,” ujar Juni menjelaskan cake susu Lembang itu harganya dibanderol Rp 40 ribu per loyang.

Setelah cake susu Lembang, Juni membuat cake brownies lumer. ” cake brownies lumer ini banyak juga peminatnya,” aku Juni lagi.

Tapi, bukan Juni namanya kalu perempuan cantik ini hanya berhenti sampai disitu saja. Dunia online adalah dunia yang punya segudang kreasi unik.

“Kita harus trend bangking. Harus ada inovasi yang baru,” papar Juni mengaku cake yang dibikinnya dibanderol dari harga Rp 40 ribu hingga ratusan ribu.

Tapi, kalu konsumen menganggap cake Juni kemahalan. ” Saya bisa jual setengah. Saya juga suka exprimen untuk bikin cake ini. Kalu cake coklat misalnya, bagusnya dibikin seperti apa ya. Tapi, terkadang namanya coba-coba. Pasti ada yg gagal juga. Dan cake gagal tidak saya jual,” papar Juni panjang lebar.

” Alhamdulillah…walau ilmu saya otodidak. Saya menganggap ilmu ini dikasih Allah. Hampir tiap hari ada saja konsumen yang pesan. Dalam sehari bisa 3-4 loyang,” aku Juni yang sekarang sudah punya pelanggan sampai ke Sibolga, Natal hingga Aceh.

” Ya…inilah sekarang bisnis online saya. Yang saya lakukan selama ini berusaha dan ikhtiar. Hasil akhirnya saya serahkan pada Allah,” aku Juni yg berencana akan buka toko.Bravo Juni!! (Safinaz Arifin)