Camat Hampir Tak Berfungsi, Pemkab Asahan Gagal Amankan Ekonomi Warga

sentralberita| Asahan~Penangan covid 19 di kabupaten Asahan memasuki babak baru. Tak lagi menyoal lambatnya penanganan pemutusan mata rantai penyebaran, kini soal perekonomian warga yang menjadi sebab.
Ramainya himbauan untuk di rumah saja tak diimbangi pula dengan program pengamanan secara ekonomi.
Faisal Fariz (foto), pemuda Desa Ledong Timur mengatakan, Tugas pemerintah bukan sekedar menghimpun bantuan-bantuan dari kelompok masyarakat lalu menyalurkannya, melainkan bagaimana membuat skema anggaran stimulus untuk mengamankan perekonomian.
“Pemerintah kehilangan akal. Kenapa sekarang malah ambil alih kerjaan Lembaga zakat? Inikan membodohi rakyat untuk bangun citra”, ketusnya.
Faisal juga menambahkan, pemerintah kabupaten Asahan terkesan hanya mengambil momentum naikkan citra, bukan malah memberikan rasa aman kepada warganya.
Ia mengatakan, “Setiap hari kita dihebohkan data ODP, PDP, Negatif -Positif. gak ada tuh berapa data warga yang terdampak secara ekonomi”.
Bahkan, camat di masing-masing kecamatan terkesan tidak bekerja dalam hal ini. Dimana data masyarakat yang paling terdampak secara ekonomi tidak tersaji dengan jelas.
Faisal yang juga Ketua DPD IMM Sumut Tahun 2018 ini menjelaskan, “Kita ingin pemerintahan ini aktif, kemana disalurkan bantuan sosial nantinya.
Siapa-siapa saja orangnya. Kecamatan kan harusnya sudah menghimpun data-data ini.”. (SB/01)
