Patroli di Tanjungbalai, Pedagang Dilarang Sediakan Tempat Duduk & Dibugkus Makan di Rumah

sentralberita|Tanjungbalai~Patroli menghimbau masyarakat tidak berkumpul-kumpul dan agar pulang ke rumah masing masing dilaksanakan, Senin malam (20/4/2002) dimulai Pukul 21.30 s/d 23.00 Wib di kota Tanjungbalai.

Patroli dalam rangka cegah penyebaran virus Covid 19 itu dipimpin Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira Sik. MH di wakili Kanit Reskrim Polsek Tanjungbalai Selatan Polres Tanjungbalai Iptu R. Saragih dan diikuti Personil Polres Tanjung Balai diikuti sebanyak 30 Orang.

Sebelum melaksanakan kegiatan di awali Apel di pimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Tanjungbalai Selatan Polres Tanjungbalai Iptu R. Saragih.

“Tugas kita malam ini menyampaikan himbauan sekaligus membubarkan masyarakat yng masih kumpul kumpul di kota Tanjung Balai dalam rangka cegah penyebaran Virus Covid 19,”ujar Saragih.

Dalam patroli itu, menghimbau kepada para pedagang yang menjajakan makanan dan minuman seperti pedagang Jus, kedai kopi dan jualan Bandrek di kaki lima maupun di badan jalan agar tidak menyediakan tempat duduk/korsi, karena hal ini dapat mengundang orng duduk dan berkumpul.

Disaran kepada pedagang hanya melayani dengan di bungkus lalu di makan atau di minum dirumah.

Setelah Apel selesai giat di lanjutkan dengan pelaksanaan patroli dan himbauan ke lapangan dengan menggunakan 3 Unit Mobil dinas Polres T .Balai

Berlangsung di sepanjang Jembatan Tabayang Kota Tanjungbalai, Jln. Sudirman , Cafe Simple Cofee Jln. Alteri , Lapo Tuak milik M. Silaban Jln. Alteri . Lapo Tuak Hoky Hanter Jln. Alteri , Lapo Tuak milik J. Sitanggang Jln. Alteri . Sepanjang Pantai Amor Jln. Asahan.

Himbauan yang disampaikan, gar mengurangi berkegiatan di luar rumah/kerumunan orang banyak.

Gunakan alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan dan jaga jarak.

Tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi isu tentang Virus covid-19 (corona).

Selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan di sekitar kita.

Disarankan kepada pemilik dagangan agar tidak lagi menyediakan kursi, agar para pembeli membeli secara di bungkus.

Jangan muda percaya dengan berita yg belum pasti kebenaranya (Hoax) yg mengangkat isu tentang Virus Covid-19 (corona).(SB/01)