Penanganan Covid-19 di Sumut Protokol Kesehatan Diperketat

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Sumut Riadil Akhir Lubis menyampaikan perkembangan penanganan wabah Covid-19, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Jalan Diponegoro, Rabu (25/3).  

sentralberita|Medan~Untuk pencegahan dan pengendalian virus corona (Covid-19), Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengimbau agar protokol kesehatan yang disampaikan sebagai imbauan untuk masyarakat perlu diperketat agar jumlah korban wabah pandemi global ini tidak terus bertambah.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Sumut Riadil Akhir Lubis di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Jalan Diponegoro, Rabu (25/3).

Menurut Riadil, Gubernur juga menyampaikan imbauan tentang menjaga jarak fisik (physical distancing). Jaga jarak fisik harus dilakukan di dalam dan luar rumah. Ini penting untuk mencegah penularan lewat percikan ludah.

“Jika kemarin kita mengimbau untuk menjaga jarak sosial, sekarang kita sudah melangkah kepada antisipasi yang lebih ketat yakni menjaga jarak fisik.

Jadi jika yang lalu adalah menghindari keramaian di luar rumah, maka sekarang kita harus memperketat protokoler kesehatannya supaya sudah menjaga jarak fisik badan tubuh kita dengan orang yang ada di samping kita. Termasuk juga keluarga di rumah, sudah harus ada jarak,” ujar Riadil.

Sementara itu, untuk memastikan penanganan terhadap masyarakat yang diduga terpapar Covid-19, kata Riadil, telah dipersiapkan sebanyak 500-an ruang isolasi yang akan efektif dalam tiga-empat hari ke depan.

Selain itu, Pemprov Sumut juga telah menerima alat pelindung diri (APD) sebanyak 2.500 unit dari pusat ditambah dengan bantuan dari Kemenkes sebanyak 350 APD.

“Saat ini tengah berada di kantor BPBD (Sumut) dan kita distribusikan ke beberapa kabupaten/kota, juga kelengkapan lainnya. Kita juga sudah mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 350 APD, sehingga totalnya ada 2.850 (unit).

Kita juga membuka diri jika ada pihak masyarakat yang ingin memberikan bantuan berupa rapid test,” kata Riadil yang juga menyampaikan, alat rapid test dari pusat masih ditunggu.

Adapun langkah lain katanya, kesiapan dokter dan tenaga medis yang akan menangani pasien dengan pengawasan (PDP) di tempat-tempat yang telah ditunjuk juga tengah ditabulasi.

Sejumlah Rumah Sakit (RS) di Sumut telah mendaftarkan tenaga kesehatan ke Dinas Kesehatan provinsi untuk dilatih menangani Covid-19, termasuk memastikan ketersediaan alat kerja serta keamanannya.

“Sampai hari ini tidak ada tenaga medis yang terpapar. Tetapi kalau mungkin ada gejala, (mereka) dilakukan secara mandiri,” tambahnya.

Sedangkan data terbaru dari penanganan Covid-19 ini, disampaikan bahwa hingga Rabu 25 Maret 2020, jumlah pasien yang positif sebanyak 9 orang, bertambah satu dari hari sebelumnya.

Sementara untuk PDP ada 55 orang yang dirawat di beberapa RS seperti di Kota Medan, Pematangsiantar, Deliserdang, Langkat dan Sergai.

Untuk data pasien yang sembuh, saat ini sebanyak 3 orang telah dipulangkan ke rumah masing-masing. 

Kemudian data orang dalam pemantaan (ODP) yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota se-Sumut, berjumlah 1.976 orang, dari sebelumnya 1.731 orang.(SB/01)



Comments