2020 Malaysia Targetkan Wisman RI 4 Juta, Puan Zarina Sedih Tinggalkan Sumut

Direktur Tourism Malaysia Medan Hishamuddin Mustafa bersama Deputi Tourism Malaysia Puan Zarina Johari yang lagi memotong kue didampingi  stafnya Natasya dan Vika di Hotel Grand Aston Medan Rabu (22/1/2020)

 sentralberita|Medan~ Deputi Tourism Malaysia Puan Zarina Johari menegaskan pada Visit Malaysia (VM) 2020, Malaysia menargetkan wisatawan mancanegara (Wisman) dari Indonesia  mencapai 4 juta orang.

Ini merupakan salah satu tugas dari Tourism Malaysia di sini.    Namun Puan Zarina sendiri mendapat tugas baru balik ke Kantor Pusat di Putrajaya, Malaysia setelah 4 tahun lebih bertugas di  Kantor Medan yang membawahi beberapa provinsi di Pulau Sumatera.
   

Acara perpisahan Puan Zarina dengan sejumlah media, biro perjalanan (travel agent) dan pimpinan maskapai penerbangan MAS di Medan Zaidan Riza serta jajaran Tourism Malaysia lainnya berlangsung di Grand Aston Medan Rabu (22/1/2020).

Hadir di sana Direktur Tourism Malaysia Medan Hishamuddin Mustafa beserta isteri. Puan Zarina mengatakan bertugas sebagai Deputi Direktur Tourism Malaysia sejak 6 Januari 2016 dan tugasnya berakhir pada 31 Januari 2020 atau mencapai 4 tahun lebih di sini.

“Saya sedih meninggalkan Sumatera khususnya Kota Medan karena berada di sini hampir sama dengan Malaysia, dari sisi budaya juga makanannya,” ungkap Puan Zarina, ibu tiga anak ini.   

Puan mengatakan ia berasal dari Negeri Kedah, bersebelahan dengan Thailand Selatan. Kalau dari Kuala Lumpur ke Kedah lewat jalan darat butuh 6-7 jam, sedangkan dengan pesawat hanya 1 jam.   

Sementara itu Direktur Tourism Malaysia Medan Hishamuddin Mustafa mengatakan meski baru empat bulan bekerjasama dengan Puan Zarina, namun waktu di Malaysia, pernah menjadi deputinya.

“Jadi acara ini bukan hanya perpisahan dengan Puan Zarina saja, melainkan juga upaya kita memperkuat tali silaturahmi,” ungkap Hishamuddin.     

Ia baru empat bulan di Medan, namun sudah beberapa kota dijalani, utamanya daerah yang berada di wilayah kerjanya yakni Pulau Sumatera, kecuali Kepri dan Batam karena keduanya di bawah layanan Tourism Malaysia di Singapura.

“Aceh sudah tiga kali, Padang dua kali, sampai Lampung. Medan, Berastagi, Parapat. Semuanya nyetir sendiri,” kata Hishamuddin.    Ia mengaku keturunan Minang (generasi ke empat).

Asal kampung orangtuanya di tanah Datar. “Saya betah di Medan. Anak-anak saya juga sekolahnya sudah pindah ke Medan,” katanya. (SB/Wie)