Rp2,1 M Dana Berhasil Digalang di Sumut Untuk Wamena

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memimpin aksi penggalangan dana untuk pengungsi korban kerusuhan di Wamena, di Aula Raja Inal Siregar, lantai 2 kantor Gubernur Sumut, Jalan P. Diponegoro No. 30 Medan, Kamis (3/10/2019).

sentralberita|Medan~Sebesar Rp 2,1 miliar dana berhasil di galang di Sumatera Utara untuk bantuan kepada warga Sumut yang menjadi koorban kerusuhan di Wamena, Papuan baru-baru ini.

Penggalangan dana ini dilakukan Pemerintah Sumatera Utara melalui “Sumut Peduli Wamena” yang diprakarsai Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kamis (3/10), di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Nomor 30, Medan.

“Alhamdulillah hari ini terkumpul Rp2,1 miliar (tepatnya Rp2.101.132.000) dan masih ada tiga hari lagi sebelum tim kita berangkat ke sana. Jadi, bila masih ada yang mau menyumbang lagi silahkan hubungi kami,” kata Gubernur.

Dana ini diperkirakan akan terus bertambah hingga tiga hari ke depan, sebelum keberangkatan Tim Peduli Wamena ke Papua. Nantinya diberikan kepada pengungsi sesuai kebutuhan , misalnya makanan, kain, obat-obatan, susu, atau mungkin memperbaiki rumah mereka, yang pasti harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat asal Sumut yang ada di sana.

Dana Rp2,1 miliar itu berasal dari para donatur yang hadir dalam aksi penggalangan dana tersebut. Di antaranya, Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah, Bupati Mandiling Natal Dahlan Hasan Nasution, Ketua Yayasan RS Sembiring Johannes Sembiring, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, Kepala Dinas PUPR Effendi Pohan, Ketua BM3 Sumut Syahruddin Ali, beberapa mantan Sekda Sumut, pengusaha, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Sampai saat ini, yang terdata ada 80 masyarakat asal Sumut yang mengungsi di Rindam XVII/Cen, Sentani. Namun, untuk data keseluruhan belum bisa dipastikan karena banyak masyarakat asal Sumut yang mengungsi ke tempat lain. Update jumlah pengungsi ini langsung diterima Edy Rahmayadi saat menghubungi petugas yang dikirim ke Wamena

Disampaikan juga, warga Sumut juga tidak ada yang menjadi korban jiwa pada konflik di Wamena, walau jumlah warga asal Sumut di daerah ini cukup banyak.

“Sepengetahuan saya tidak ada warga Sumut yang menjadi korban konflik di Wamena, mungkin ada yang luka-luka, tetapi tidak ada korban jiwa,” tegasnya.(SB/01)