Menempuh Jarak 2.212 Km, Begini Perjalanan Merah Putih Menuju Ujung Hamparan Bumi Utara


Foto : doc. @mengembaralintasbenua

sentralberita|Jakarta~Nordkapp, Norwegia adalah sebuah Tanjung paling utara Eropa yang dapat ditempuh melalui jalur darat. Tepatnya berada di county Finmark, Norwegia Utara. Untuk mengibarkan Merah Putih di ujung hamparan bumi utara ini, dari Oslo Tim Mengembara Lintas Benua (MLB) harus menempuh jarak sejauh 2.212 km ke utara, melalui kota Bodo dan Tromso.

“Ini bukan bermaksud mengibarkan bendera kita di negara orang. Melainkan semacam pengibaran bendera sebuah negara di puncak Everest oleh seorang pendaki. Sebagai wujud cinta pada tanah air masing-masing” Jelas Iip, Tim Leader MLB.

Dari kota Oslo, Norwegia, Tim MLB merencanakan 6 hari sampai Nordkapp, namun ternyata ada sedikit hambatan saat melintasi Nordkapp Tunnelen. Sebuah terowongan bawah laut sepanjang 6,8 km sedalam 212 meter dibawah permukaan laut yang menghubungkan pulau Magerøya ke daratan utama. Bearing roda bagian belakang sebelah kiri KR Nusantara I, sedan 280 E pecah pada 58 km menjelang Nordkapp. Yang mengakibatkan roda lepas.

“Kami sangat beruntung, tidak terjadi sesuatu pada anggota Tim dan pengendara lain akibat kecelakaan ini. Fasilitas public juga tidak ada yang rusak. Sehingga kami tidak berurusan dengan Polisi setempat,” jelas Adhy Purwanto, Road Manager MLB.

Adhy menambahkan, setelah menelfon petugas tunnel, kendaraan bisa segera dievakuasi ke kota terdekat, yaitu Honingsvag, yang berjarak 28 km dari tempat kejadian. Setelah sampai sebuah bengkel di kota tersebut, petugas menganalisa kerusakan yang terjadi pada KR Nusantara I. Hasilnya, Tim MLB harus menunggu 4 minggu untuk mendapatkan spare part dari bengkel tersebut. Di sisi lain visa Schengen mereka tinggal sisa 3 minggu lagi.

Melihat kondisi ini, Tim Leader MLB, mengambil keputusan menghubungi Tim monitoring MB Club Banten untuk mengirimkan spare part dari Indonesia. “Kami sebenarnya membawa 4 box cadangan sparepart untuk dua kendaraan yang kami gunakan ini. Celakanya, ada beberapa part saja yang kami butuhkan saat ini justru tidak kami bawa”, jelas Iip.

Keputusan yang dipilih akhirnya membuahkan hasil. Tim monitoring MB Club Banten hanya butuh 7-10 hari untuk mengirim spare part dari Indonesia. Dengan kata lain Tim MLB masih punya waktu 11 hari sisa visa Schengen untuk keluar dari Eropa.

Sambil menunggu spare part datang, Tim Mengembara Lintas Benua mencoba masuk lebih dalam untuk mengenal masyarakat Honingsvag. Mereka mencari tempat camping yang memungkinkan bagi mereka untuk dapat berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat lokal.

“Kami mendapatkan sebuah lokasi camping yang bagus di pinggir danau. Ada beberapa rumah kabin musim panas di sekitarnya. Kami meminta ijin ke penghuni salah satu kabin untuk camping tak jauh dari rumahnya. Penghuni rumah tersebut sangat ramah menyambut kami saat kami perkenalkan diri bahwa kami overlander dari Indonesia” Jelas Iip.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa salah satu misi Mengembara Lintas Benua ini adalah untuk mengkonfirmasi pengaruh Indonesia terhadap negara-negara yang dilintasi. Indonesia dikenal orang atau tidak, diterima atau justru mendapat resistensi. “Jadi waktu 10 hari menunggu spare part ini kami manfaatkan untuk menguji misi tersebut. Kalau hanya kami habiskan di hotel, sia-sia saja rasanya,” tegas Iip.

Tim MLB semakin dekat dengan masyarakat sekitarnya. Saling tukar cerita tentang Indonesia dan Norwegia. “Kami saling tukar masakan. Mancing bareng. Bahkan kami ikut membantu salah satu warga merenovasi rumahnya hingga selesai. Kami sudah seperti keluarga” paparnya.

Setelah menunggu 10 hari, spare part yang mereka tunggu akhirnya datang. Mekanik Tim MLB, Syafril Manoppo (57) langsung memasangnya hanya dalam waktu 3 jam. Kemudian Tim Mengembara Lintas Benua melanjutkan perjalanan ke Nordkapp untuk mengibarkan Merah Putih di ujung hamparan bumi utara. (SB/01/Tim Mengembara Lintas Benua MB Club Banten di NordKapp, Norwegia Utara.)

Comments