DPRD Medan Minta Pemko Bangun Jembatan Penyeberangan JL. AH Nasution

Sentralberita| Medan~Padatnya arus lalulintas dan tidak adanya akses untuk penyeberangan di Jalan AH Nasution Medan, tepatnya di depan sekolah Yayasan St Petrus Medan menjadi keluhan warga sekitar dan para orangtua siswa.

Hal itu dikeluhkan masayarakat sekitar, Herman (34), Andik (23) dan Gupta (44) yang kerap menyeberang di jalan yang padat kendaraan melintas itu, Senin (2/4). Disebutkan Herman, dirinya merasa kurang nyaman kalau menyeberang dari Simpang Jalan Luku menuju Sekolah St Petrus karena padatnya kendaraan. Bahkan dia mengaku sudah pernah hampir diserempet mobil saat menyeberang, karena lokasinya dekat dengan fly over.

Kondisi itu diperparah dengan tidak adanya rambu-rambu menyeberang jalan, sehingga kendaraan melintas dengan kencang. Pemerintah diharapkan bisa mencarikan solusi terhadap keluhan masyarakat ini, ujar Andik menambahkan.

Mengantisipasi padatnya arus lalulintas dan sulitnya masyarakat menyeberang jalan, ditambah lagi di pulau jalan dipasang pagar, hendaknya Pemko Medan membangun jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, ujar Wakil Ketua Komisi A DPRD Medan, Drs Proklamasi K Naibaho, Senin (2/4) kepada wartawan menanggapi banyaknya keluhan warga sekitar.

“Daerah itu padat penduduk dan arus lalulintas serta rawan kecelakaan, makanya perlu dibuat jembatan penyeberangan,” ujar Wakil Ketua DPC Gerindra Medan ini lagi. Sudah banyak terjadi kecelakaan lalulintas akibat tidak adanya jembatan penyeberangan tersebut, ujarnya lagi.

Untuk mengurangi angka kecelakaan lalulintas, hendaknya pemerintah membuat jembatan tersebut. Apalagi pada pagi dan siang hari, banyak anak sekolah yang menyeberang jalan tersebut sehingga dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan lalulintas.

Jembatan itu hendaknya dibangun persis sebelum fly over Jamin Ginting Medan, sebut Anggota F-Gerindra seraya menyebutkan, banyak anak sekolah yang menyeberang di sana.

Ditambahkannya, kendaraan yang lalu lalang di sekitar fly over itu sangat banyak dan melintas dengan kecepatan tinggi. Lokasi itu juga merupakan persimpangan menuju Jalan Pintu Air IV dan Simalingkar B sehingga padat pejalan kaki. Selain itu banyak kendaraan yang sering berhenti di persimpangan sehingga membuat lokasi jadi padat kendaraan dan pejalan kaki.

Untuk itu, Proklamasi mengharapkan pemerintah peduli dengan kondisi ini dan membuat solusi berupa jembatan penyeberangan agar semua pihak bisa merasa nyaman, ujarnya mengakhiri. (SB/Husni L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.