Arema Bungkam PSMS 2-0, Begini Komentar Atas Kekalahan itu

Sentralberita|Medan~ Tim Ayam Kinantan PSMS Medan menelan pil pahit kekalahan lagi. Sebelumnya keok  menghadap  PS TNI 1-0, Minggu (09/4/20017) di Stadion Teladan Medan dibungkam tak berkututik 2-0 Arema Malang dalam pertandingan  persahabatan. Komentarpun bermunculan atas kekalahan tim di bawah pelatih Mahruzar Nasutio tersebut.

Memasuki babak kedua, tim tamu berhasil membobol gawang Ayam Kinantan melalui pemain belakangnya, Jad Noureddin, yang memanfaatkan sepak pojok. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Arema Malangdua menit babak kedua.

Memasuki menit 70, PSMS coba membangun serangan. Namun upaya yang dilakukan Legimin Raharjo cs selalu gagal.Justru pada menit ke-76, Singo Edan kembali membobol gawang PSMS Medan melalui tendangan sungkit Dio Permana yang mengecoh penjaga gawang, Abdul Rohim.

Ketinggalan dua gol membuat ribuan suporter PSMS yang memadati Stadion Teladan semakinbersorak sambil bernyanyi untuk membangkitkan semangat pasukan Ayam Kinantan.Namun hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor 2-0 untuk kemenangan Arema Malang tetap tak berubah.

Pelatih Arema, Aji Santoso berharap memberikan komentar agar PSMS Medan segera meninggalkan gaya permainan konvensional agar untuk  mengimbangi tim-tim lain yang perlahan sudah menerapkan permainan sepakbola modern.

” Kalau zaman 90-an masih bisa main rap-rap. Tahun ini tidak bisa seperti itu lagi,” kata Aji di Stadion Teladan Medan.

Sementara pelatih PSMS menilai, kekalahan PSMS Medan disegi  di built-up attack dan finishing akibat terlalu mundurnya zona pertahanan sehingga serangan ke depan menjadi lambat,” kata Pelatih PSMS, Mahruzar Nasution.

Mahruzar mengatakan, sisi dominan dalam pertandingan PSMS kontra Arema terlihat ketika anak asuhnya tampil bertahan, sementara tim tamu bermain menyeran

Disisi lain adanya  pemain baru yang diturunkan dalam laga tersebut, menurut Mahruzar terjadi perubahan dalam tubuh tim Ayam Kinantan dengan hadirnya M. Dimas Drajat, Mursal Zulfikar dan Frets Listanto Butuan. (SB/01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.