Kampus FE UNPRI Terbaik di Sumut

unpri-seminar1Sentralberita| Medan~ Koordinator Kopertis Wilayah I, Prof Dian Armanto MSc MA PhD memberi apresiasi kepada Fakultas Ekonomi  UNPRI yang telah menggelar seminar kewirausahaan hingga ketujuh kalinya. Dirinya berharap kedepan Fakultas Ekonomi UNPRI dapat menggelar seminar yang lebih baik lagi.

“Saya berharap budaya kewirausahaan dapat dibangun di Fakultas Ekonomi UNPRI ini. Mahasiswa FE UNPRI juga dapat  berpartisipasi pada pekan kewirausahaan yang digelar Kopertis Wilayah I, sehingga mampu menimba pengalaman dari mahasiswa lainnya. Semoga mahasiswa sebagai entrepreneur baru lahir dari acara seminar ini,” katanya, kemarin.

Dian mengatakan, Kampus UNPRI merupakan salah satu kampus terbaik di Sumut. “Komitmen UNPRI kita dukung. Komitmen dan motivasinuya tinggi. Kami berharap dengan banyaknya kegiatan mahasiswa yang terjadi di kampus ini, bertambah tinggi pula nilai akreditasi kedepan,” jelasnya.

Mutu sebuah perguruan tinggi, kata Dian, dipengaruhi banyak faktor, seperti kualitas, tata kelola, kualitas dosen, kegiatan mahasiwa dan kualitas penelitian serta publikasinya.”Makin banyak penelitian dan publikasi yang terjadi akan mendukung kualitas kampus,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Ekonomi UNPRI, Cut Fitri Rostina SE MM mengatakan, Acara ini diikuti ribuan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNPRI Medan. Acara ini juga dihadiri  Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Dr. Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Djacobus Tarigan AAI DAAK, Wakil Rektor I Seno Adji SPd MEng Prac, Wakil Dekan FE UNPRI Hendry SE MM, dosen serta staf diajaran Fakultas Ekonomi UNPRI.

Baca Juga :  Tim Pengawas Eksternal: Penerimaan Anggota Polri di Polda Sumut Terbuka dan Transparan

Artis yang juga digital entrepreneur Christian Sugiono dalam acara itu memotivasi mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda, keluar dari comfort zone meskipun sudah bekerja seperti saat ini, sehinggga kedepan bisa mandiri dan sukses kedepan.

Christian Sugiono yang memulai bisnis IT tahun 2006 bercerita pengalaman sebagai mahasiswa dan juga sebagai pengusaha, memanfaatkan waktu luang ketika menunggu shooting film, bermodalkan laptop dan internet mengkreasi kontent termasuk tulisan, mencari inspirasi dan menghasilkan ide-ide premium.

Saat mahasiswa bertanya soal bagaimana bangkit dari sebuah kesalahan dan kegagalan, Christian Sugiono mengatakan, kita perlu mencari partner yang punya skill berbeda.”Setiap orang berbeda keahlian. Ada yang ahli di bidang marketing, ada yang ahli di bidang produksi, ada yang ahli di bidang IT. Jika orang yang nangani produksi juga harus memikirkan marketing, bisa kemungkinan terjadi penurunan kualitas produk,” ucapnya.

Baca Juga :  Kuliah Kerja Polisi Tahap III Sespimen Polri Dikreg ke-63 TA 2023 Digelar di Polrestabes Medan

Hal senada dikatakan Denny Santoso, Digital Marketer & Entrepreteur dari Jakarta. Denny  mendorong mahasiswa Fakultas Ekonomi UNPRI menjadi digital marketer. “Mindset diubah dari cari kerja menjadi karyawan menjadi digital entrepreneur,” akunya.

Denny mengatakan, langkah yang perlu dilakukan jika menjadi digital marketer, yaitu sadar punya minat, belajar dari yang lain, belajar dan latihan. Important Digital mindset menurutnya ada beberapa hal, yaitu do it or die, focus, be positive, losing money is part of the game, if you dont know, ask.

“Digital marketing tidak ada kurikulum di sekolah bahkan kampus, hanya diperoleh dari para praktisi di lapangan. Digital marketing sebuah proses prosfek dari orang lain, yang mau membeli berulang-ulang. Jadi bukan fokus soal produk, tapi siapa customern ya. Digital marketing adalah keahlian, bukan soal produk. Inilah mindset digital marketing,” imbuhnya.

Bisnis digital marketing sifatnya measurable dan scaleble, dapat diperbesar hingga ukuran yang tidak terbatas. “Perlu melakukan TOTE (test operate test exit), dicoba, dilakukan, dicoba baru keluar. Menurutnya, ada tiga cara menumbuhkan bisnis, yaitu meningkatkan traffic, mendorong frequency pembelian dan mendorong volume penjualan,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan