Hendrik: Lestarikan Budaya Leluhur Batak Toba

 Anggota DPRD Medan Hendrik H Sitompul foto bersama Hasiholan Siahaan, Hinca IH Panjaitan XIII dan Hilda saat pameran foto di TMII Jakarta
Anggota DPRD Medan Hendrik H Sitompul foto bersama Hasiholan Siahaan, Hinca IH Panjaitan XIII dan Hilda saat pameran foto di TMII Jakarta

Sentralberita|Medan~Generasi muda Batak Toba yang ada di seluruh dunia diharapkan agar tetap mencintai serta melestarikan tradisi dan budaya para leluhurnya. Nilai budaya batak toba dan keindahan alam yang selalu menjaga kearifan lokal tetap menakjubkan dunia yang patut dikenang sepanjang masa.

 
Pesan ini disampaikan anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat Hendrik Halamoan Sitompul usai mengikuti pameran foto dan peluncuran buku 10 Tahun Perjalanan Toba hasil karya Hasiholan Siahaan di anjungan Sumut TMII Jakarta, Jumat (11/11).
 
Dalam pameran yang berlangsung tiga hari hingga Minggu (13/11), Hasiholan Siahan selaku wartawan dan fotografer senior ini tidak sekedar mencatat melalui gambar. Namun Hasiholan Siahaan mengangakat eksotisme Tano Toba mulai dari Barus hingga ke Danau Toba hingga menjadi renungan terdalam.
 
Usai mengikuti dan merenungkan pameran itu, Hendrik Sitompul selaku putra Batak Toba yang sukses diperantauan merasa terpanggil akan peduli dengan budaya leluhurnya. “Selaku pribadi, saya ingin agar generasi muda lebih menghargai nilai budaya para leluhur dan kearifan lokal daerahnya di tengah gempuran budaya asing,” harap Hendrik selaku politisi Demokrat ini.
 
Ditimpali Hendrik Sitompul, apa yang direkam Hasiolan Siahaan baik sebagai wartawan dan fotografer tak semata mencatat tapi membawa audiens masuk ke relung terdalam kekayaan Tano Batak dari ragam sisi kehidupan.

Untuk itu Hendrik Sitompul, berharap agar setiap generasi muda Batak tidak melupakan tradisi para leluhurnya. Dia berharap, peluncuran buku yang berisikan sebanyak 144 foto tentang Toba kiranya dapat menanamkan pemahaman, agar generasi muda semakin mencintai budaya daerahnya masing-masing.

Ditambahkan Hendrik, pameran yang ditampilkan semua budaya lokal di Danau Toba. Jangankan putra daerah yang tinggal di Jakarta, di sana saja masih banyak yang tidak tahu dan kurang peduli terhadap keindahan budayanya. Dengan 44 foto yang dipamerkan, harapnya, orang semakin mengenal Tano Toba.

Sebagaimana diketaui, foto-foto Hasiholan bercerita tentang perubahan, keindahan alam, lingkungan, budaya, prasejarah yang tersisa dari 850 ribu tahun lalu ketika gunung supervolcano Toba meletus. Foto-foto yang dipamerkan yang sangat langka dan luar biasa. Foto-foto tersebut diambil langsung melalui sebuah perjalanan yang selama 2006-2015.

Sebelumnya, Hinca IP Pandjaitan XIII menjadi nara sumber dalam diskusi bertema Toba the Forgotten Beauty tersebut. Pencinta budaya Batak itu mengatakan, pameran dan buku karya Hasiholan menjadi episentrum untuk mengenal dan memahami orang Batak. (SB/01/)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.