Mahasiswa USU Belajar Membuat Resolusi Dalam Simulasi Konferensi PBB

1461665896062-1-1Medan, (Sentralberita)- Mahasiswa USU Belajar Membuat Resolusi Dalam Simulasi Konferensi PBB
Simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa merupakan ajang berkelas
internasional yang membahas seputar permasalahan dunia. Ajang ini dibuat sama seperti
Sidang PBB yang sebenarnya.
Hal yang membedakan yaitu peserta Simulasi Konferensi PBB ini adalah mahasiswa dari seluruh dunia. Salah satu penyelenggara Simulasi Konferensi terbesar adalah London International Model United Nation (LIMUN).
Pada tahun ini, sekitar 1600 mahasiswa dari seluruh penjuru dunia ikut serta dalam LIMUN. Sayangnya, tidak semua mahasiswa bisa seenaknya ikut serta dalam kegiatan ini.
Hanya mahasiswa yang lulus seleksilah yang dapat terbang ke Imperial College London. Indonesia sendiri tiap tahunnya mengirimkan delegasi dari berbagai universitas ternama. Universitas Sumatera Utara (USU) merupakan salah satu universitas ternama di
Indonesia yang juga mengirimkan delegasi pada bulan Februari 2016.
Tahun ini merupakan tahun yang sangat spesial karena untuk pertama kalinya USU berhasil mengikuti Simulasi Konferensi PBB. Tengku Alya Nabila merupakan salah satu dari tiga delegasi USU yangdikirim ke London. Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi FISIP USU angkatan 2014 ini memang memiliki tekad yang kuat untuk ikut serta mengharumkan nama USU dalam
Simulasi Konferensi PBB.
“Di sana kita mewakili sebuah negara untuk membahas bidang tertentu, misalnya sosial dan hukum. Nah, kita harus ngasih pendapat kita tentang masalah yang dibahas, tapi kita juga harus dengarin pendapat dari perwakilan negara lain,” ujar mahasiswi yang kerap
disapa Alya ini. “Ujung-ujungnya kita juga harus berdebat tapi tetap berkompromi dan menggabungkan pendapat hingga berakhir dengan membuat sebuah resolusi sebagai hasil sidang,” tambahnya dengan penuh semangat.
Alya mengaku sangat tidak mudah untuk menghasilkan sebuah resolusi. Pemahaman penuh akan sebuah permasalahan sangat dibutuhkan. Mengutarakan pendapat dan juga mendengarkan pendapat orang lain hingga akhirnya ada yang disetujui ataupun tidak setuju dan terus diperdebatkan. Dari Simulasi Konferensi PBB, Alya belajar bahwa mahasiswa haruslah ikut serta memikirkan penyelesaian masalah dalam negara karena generasi muda tidak dapat menghindar dari tenggungjawab menjadi penerus sebuah negara. (SB/01/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.