Pemerintah Diminta Telusuri Pembantaian Sadis Dialami Melayu

Melawan Lupa peringatan 70 tahun revolusi sosial di Sumatera Timur 1946 di halaman Mesjid Raya Al Mahsun (foto-SB/ist)
Melawan Lupa peringatan 70 tahun revolusi sosial di Sumatera Timur 1946 di halaman Mesjid Raya Al Mahsun (foto-SB/ist)

Medan, Sentralberita)- Salah seorang tokoh Melayu Tengku M Muhar Omtato  meminta ,  pemerintah agar menelusuri sejarah peristiwa pembantaian berdarah yang dialami Melayu  dan menetapkannya sebagai sejarah yang diakui.

“Perlu kita terlusuri latar belakang ini. Perlu pengkajian lagi.Kami tidak bermaksud membuka luka lama. Tidak ada dendam disini. Kami cuma tidak ingin ada kekerasan baru,” katanya pada acara Melawan Lupa peringatan 70 tahun revolusi sosial di Sumatera Timur 1946 di halaman Mesjid Raya Al Mahsun.

Tengku M Muhar Omtatok mengungkapkan,  peristiwa berdarah yang terjadi pada Maret 1946 itu bukan hanya merupakan sejarah kelam bagi masyarakat Melayu, tetapi juga trauma yang mendalam sehingga banyak orang Melayu yang terpaksa mengubah identitas kesukuannya. Ironisnya, kata Muhar, tidak ada dokumentasi dalam bentuk tulisan atas peristiwa bersejarah tersebut.

Cerita pembantaian disampaikan melalui cerita para pendahulu. Diungkap Muhar, peristiwa Revolusi Sosial Sumatera Timur berlangsung dengan penuh kebengisan dan kekejaman.

“Beberapa waktu lalu kami mendatangi saksi-saksi mata, mulai dari Tamiang hingga Kota Pinang. Nyatanya seluruh Sumatera Timur terkena dampak pemberangusan, pemerkosaan, pembunuhan, genosida 70 tahun lalu,” ujarnya.(SB/01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.