Terkendala Biaya, Pasien Miskin Luka Bakar dari Paluta Harapkan Pertolongan

Seorang pasien miskin terbairing di RS Permata Bunda, kondisinya cukup memprihatinkan akibat lukar bakar yang dideritanya (f-SB-Husni L)

Sentralberita|Medan~Seorang pasien dari Kabupaten Padang Lawas Utara tergeletak kesakitan di Rumah Sakit Permata Bunda

Medan, akibat luka bakar yang diderita di seluruh tubuhnya. Pasien bernama Desi Wulandari Hasibuan (21) ini dibawa keluarga dari Paluta masuk ke rumah sakit , Rabu (1/2/2018) dini hari dengan harapan bisa sembuh dari derita yang dialaminya.

Namun Mengejutkan..! Pasien yang jauh-jauh datang dari Paluta itu mengalami kendala yang memprihatinkan. Bukan

pelayanan rumah sakit yang tidak baik, tapi kemampuan pasien untuk biaya perobatannya yang tak punya. Pasalnya, pasien ini

hidupnya kurang mampu, sementara pelayanan dari BPJS masih dalam pengurusan dan dikabarkan tanggal 14 Februari 2018 baru keluar dari pihak BPJS.

Tenggang waktu keluarnya BPJS itu diyakini keluarga pasien cukup besar biaya perobatannya,sedangkan ketika masuk saja sudah cukup besar mencapai puluhan juta untuk biaya devosit yang harus dikeluarkan. “Kami merasa tak sanggup membiayainya nanti,”ujar Sutan.

Pasien ini, sebagaimana diutarakan keluarganya, Sutan Ahmad Sayuti Hasibuan, memiliki surat kurang mampu dari Dinas Sosial

Paluta, dari Camat dan dari Kepala Desa. Surat-surat keterangan diharapkan keluarga bisa mempercepat keluarnya BPJS , sehingga bisa meringankan biaya perobatan.

Pihak keluarga telah berusaha kesana kemari dengan harapan ada pihak yang memberikan pertolongan terutama pemerintah di kabupaten Padang Lawas Utara. Sebab selama ini, kata Sutan, pasien keluarga miskin tetapi tak terdaftar dalam program Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Jika ada pihak-pihak yang membantu dan peduli terhadap keluarga miskin ini, kami sangat bangga dan menyampaikan terimakasih,”ujarnya Sutan. (SB/Husni L)

Comments

Tinggalkan Balasan