Dua Pria Tewas, Satu Disambar Petir Dan Satu Lagi Terseret Banjir di Labura

Jenazah Heri Ramadhani hendak di bawa ke TPU (Foto-SB/Wandi)
Labura, (Sentral Berita)- Hujan lebat ditambah angin kencang disertai petir melanda Labuhanbatu Utara (Labura) belakangan ini telah memakan korban jiwa. Kembali menewaskan 2 pria Warga Kabupaten Labura.
Ajal menjemput nyawa pria remaja ini, Madon Tambunan (14) siswa MTs Al Washliyah Tanjung Pasir tewas akibat hanyut terseret di Sungai Kualuh yang banjir. Sementara Heri
Ramadhani (22) penganti baru yang meregang nyawa akibat tersambar petir saat menggunakan HP di kamarnya.
Kedua korban tewas pada Rabu (7/9) merupakan penduduk Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatera Utara.Informasi dihimpun, sekitar pukul 18:20 WIB menjelang maghrib Madon bersama 2 orang teman sebayanya hendak mencari durian yang lokasi harus menyeberangi Sungai Kualuh di Dusun Kampung Jawa, Desa Tanjung Pasir. Usai mendapatkan durian ketiga
bocah tersebut pun pulang dengan kembali menyeberangi Sungai Kualuh. Tapi naas, Madon terbawa arus sungai yang sedang banjir. Sebelum Madon terbawa arus, kedua temannya berusaha menolongnya. Namun akibat derasnya arus sungai, Madon tidak dapat diselamatkan oleh kedua temannya. Kedua temannya pun langsung memberitahu warga.
Pencarian dilakukan oleh aparat desa, warga dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu Utara. Akibat
terkendala hujan deras. Sekitar pukul 22.30 WIB anak dari Khairul Tambunan ini ditemukan mengapung di pinggir Sungai Kualuh, sekitar 500 meter dari lokasi korban hanyut.
Akhirnya korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan dibawa ke rumah duka.
Kepala Desa Tanjung Pasir Julianto SAg menerangkan, Madon hanyut menjelang maghrib dan malam itu langsung ditemukan.
“Korban ditemukan di pinggir Sungai Kualuh dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Korban sudah dimakamkan,” ujar Juliyanto.
Secara terpisah, dihari yang sama sekitar pukul 20.30 WIB, Heri Ramadhani (22) tewas tersambar petir saat menggunakan hape di kamarnya dengan posisi berbaring. Pria yang baru 2 bulan menikah (pengantin baru) ini ditemukan tewas dengan kondisi telinga, sekeling leher membiru.
Menurut Budi warga sekitar, korban sedang menggunakan hape yang baru dibelinya di
Janazah Madon Tambunan
kamar dengan posisi berbaring. Tiba-tiba petir datang dan menyambar korban.
“Korban sempat berteriak. Kemudian istri dan orangtuanya berlari menuju kamar dan melihat korban sudah meninggal ditempat” terang Budi.
Kepala Desa Tanjung Pasir, Julianto SAg mengatakan, di dekat rumah korban memang terdapat tower. Sejak adanya tower tersebut, disekitarnya sering ada petir yang menyambar pohon, juga pot bunga. Tegasnya. (SB/Wandi)

Pingback: hard wood pellets
Pingback: สล็อตเกาหลี
Pingback: ปั้มไลค์
Pingback: https://parimatchcasino.buzz/kk