Estafet di SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan, Khairil Ikwan Naik ke Kursi Pimpinan

sentralberita | Labuhanbatu Utara ~ Sebuah jabatan berpindah tangan di Aula Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Selasa, 22 September 2026. Rudi Aspizar, S.T., menyerahkan amanah kepemimpinan SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan kepada Khairil Ikwan Siregar, S.T.

Pergantian itu menandai berakhirnya masa kepemimpinan Rudi untuk periode 2022–2025. Di sisi lain, Khairil menghadapi pekerjaan yang tidak sepenuhnya baru. Ia telah berada di lingkungan sekolah itu selama lebih dari satu dekade.

Acara tersebut dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof. Dr. Karim Sinaga, M.A., dan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Sumatera Utara, Dr. Aswin Bancin, S.E., M.Pd.

Bagi SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan, pergantian ini bukan sekadar perubahan nama dalam struktur organisasi. Kepemimpinan berganti, sementara pekerjaan rumah sekolah tetap berada di meja yang sama.

Dari Jurusan TKJ ke Ruang Pimpinan

Khairil mulai terlibat di SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan pada 2010. Saat itu ia ikut membangun Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan atau TKJ.

Sekolah tersebut ketika itu berada di bawah kepemimpinan H. Taufik Hidayat, S.Ag., M.M. Dari ruang jurusan, perjalanan Khairil berlanjut menjadi Kepala Jurusan.

Sepuluh tahun setelah pertama kali mengabdi, ia mendapat amanah baru sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum.

Pengalaman di sekolah berjalan beriringan dengan aktivitasnya di Persyarikatan Muhammadiyah. Khairil pernah dipercaya sebagai Bendahara PDPM Labuhanbatu Utara dan Bendahara PCM Kualuh Selatan sejak 2015.

Kini, pengalaman tersebut membawanya ke posisi pimpinan sekolah.

Perjalanan itu memperlihatkan satu hal: Khairil bukan orang yang datang dari luar untuk mengambil alih kepemimpinan. Ia tumbuh dari dalam lembaga yang kini dipimpinnya.

Jejak Taufik dan Rudi

Sebelum Khairil, ada dua periode penting yang menjadi bagian dari sejarah sekolah tersebut.

H. Taufik Hidayat memimpin SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan selama tiga periode atau sekitar 12 tahun. Dalam rentang itu, sekolah menjalankan sejumlah program pengembangan pendidikan, antara lain Revitalisasi, Sekolah Model, Center of Excellence (CoE), dan PK.

Setelah Taufik, kepemimpinan beralih kepada Rudi Aspizar.

Rudi menjalankan amanah pada periode 2022–2025. Kini tongkat estafet itu kembali berpindah.

Namun, pergantian kepemimpinan tidak otomatis menghapus pekerjaan yang ditinggalkan periode sebelumnya. Program yang telah berjalan perlu dievaluasi, dipertahankan bila masih relevan, dan diperbaiki bila menemukan persoalan.

Di titik inilah kepemimpinan Khairil akan diuji.

Tantangan di Tengah Perubahan Pendidikan Vokasi

SMK tidak hanya berhadapan dengan persoalan akademik. Pendidikan vokasi dituntut mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan harus memastikan kompetensi guru dan siswa tetap relevan. Hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri juga perlu diperluas agar pendidikan yang diberikan tidak berhenti di ruang kelas.

Program keahlian harus mampu menjawab kebutuhan lapangan kerja. Infrastruktur dan teknologi pendidikan pun membutuhkan perhatian.

Pada saat yang sama, sekolah tetap membawa identitas sebagai Amal Usaha Muhammadiyah.

Dua tuntutan itu berjalan bersamaan: profesional dalam mengelola pendidikan dan tetap menjaga nilai-nilai Persyarikatan.

Amanah yang Berpindah, Pekerjaan yang Berlanjut

Serah terima pada Selasa itu akhirnya bukan tentang siapa yang lebih lama memimpin atau siapa yang menggantikan siapa.

Yang berpindah adalah tanggung jawab.

Khairil menerima sekolah yang telah memiliki sejarah, pengalaman, program, guru, siswa dan berbagai capaian. Ia tidak memulai dari halaman kosong.

Tugasnya adalah memastikan fondasi yang telah dibangun tidak berhenti menjadi catatan masa lalu.

Di lingkungan Muhammadiyah, pergantian pimpinan merupakan bagian dari mekanisme regenerasi. Satu masa berakhir, masa berikutnya dimulai.

Rudi telah menyerahkan amanah. Khairil kini memegangnya.

Selebihnya, waktu yang akan mencatat apakah estafet tersebut menghasilkan perubahan baru bagi SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan. (SB/FRD)

-->