Dampak Positif Program MBG, Boirin: Panen Melon dan Semangka Biasa 3 Ton Kini 30 Ton Permusim

sentralberita | Serdang Bedagai ~ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto, disebut memberikan dampak positif bagi para petani buah di Kabupaten Serdang Bedagai. Salah satu manfaat yang dirasakan adalah terbukanya pasar yang lebih pasti bagi hasil panen melon dan semangka melalui kerja sama dengan dapur Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Jaya Kerapuh, H. Boirin, warga Desa Kerapuh, Kecamatan Dolok Masihul, Kamis (25/6/3026).

Menurutnya, kehadiran program MBG telah meningkatkan semangat para petani untuk mengembangkan usaha budidaya buah karena pemasaran hasil panen menjadi lebih mudah.

“Sejak ada program MBG, kami tidak lagi kesulitan memasarkan hasil panen. Cukup menjalin komunikasi dengan pihak dapur SPPG untuk memenuhi kebutuhan buah yang diperlukan,” ujar Boirin.

Ia menjelaskan, selain memberikan kepastian pasar, harga jual buah yang diterima petani juga dinilai cukup kompetitif. Pada panen sebelumnya, melon dihargai sekitar Rp10.000 per kilogram, sedangkan semangka mencapai Rp8.000 per kilogram, dengan syarat kualitas buah sesuai standar yang dibutuhkan pihak SPPG.

Menurut Boirin, meningkatnya permintaan buah dari dapur SPPG mendorong dirinya untuk memperluas areal tanam. Saat ini, lahan yang dikelola mencapai sekitar empat hektare untuk melon dan enam hektare untuk semangka.

Peningkatan luas tanam tersebut turut berdampak pada kenaikan produksi. Jika sebelumnya hasil panen melon dan semangka hanya berkisar tiga hingga empat ton per musim, kini produksinya disebut mampu mencapai 30 hingga 50 ton.

“Permintaan yang stabil membuat kami lebih percaya diri untuk meningkatkan produksi. Dengan begitu, hasil panen yang diperoleh juga semakin besar,” katanya.

Tidak hanya memberikan manfaat bagi petani, keberadaan dapur SPPG dalam pelaksanaan program MBG juga dinilai membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Boirin menyebut puluhan warga setempat terlibat dalam berbagai aktivitas pendukung, mulai dari proses budidaya hingga distribusi hasil pertanian.

“Selain meningkatkan pendapatan petani, keberadaan dapur SPPG juga membantu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sebagian besar tenaga kerja yang terlibat berasal dari warga sekitar, termasuk ibu rumah tangga,” ujarnya.

Atas manfaat yang dirasakan tersebut, Boirin berharap program MBG dapat terus berlanjut dan diperluas. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi para pelajar sebagai penerima layanan gizi, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat secara umum.

Ia menambahkan, saat ini dirinya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah dapur SPPG di Kabupaten Serdang Bedagai untuk memenuhi kebutuhan pasokan buah melon dan semangka dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Program ini memberikan dampak yang baik terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha baru. Kami berharap program MBG dapat terus berjalan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tutup Boirin. (SB/ARD)

-->