Sambut Tahun Kuda Api, BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15% dan Lengkapi Layanan Consumer Banking

sentralberita | Jakarta ~ Semangat Tahun Kuda Api terasa di berbagai kota. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menghadirkan forum eksklusif bagi nasabah BTN Prioritas dan BTN Private melalui rangkaian Economic Outlook & Chinese New Year 2026 bertema “The Fire Horse Economy: Investing with Purpose, Building Legacy” di 7 kota. Yaitu, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Pekanbaru, Semarang, Makassar, dan Medan.

Dalam acara di Jakarta, Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo menegaskan, sebagai bank besar, BTN harus mampu memenuhi seluruh kebutuhan finansial nasabah. “Kalau mau menjadi bank yang lengkap, kami harus bisa menghadirkan produk dan layanan yang setara dengan bank-bank lain. Produk dan layanan itu akan terus kami kembangkan, tentu dengan kualitas terbaik,” kata Oni dalam BTN Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (23/2).

Langkah transformasi itu ditopang kinerja keuangan yang solid. Sepanjang 2025, BTN membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun. Tumbuh 16,4% secara year-on-year (YoY). Total aset menembus Rp527,8 triliun atau naik 12,4% YoY. Didukung pertumbuhan penyaluran kredit yang meningkat 11,9% menjadi Rp400,6 triliun.

Capaian tersebut menjadi modal penting memasuki 2026 yang disebut sebagai Tahun Kuda Api. “Ke depan, akan kami tingkatkan lagi. Dalam rencana bisnis 2026, laba kami targetkan sudah tembus Rp4 triliun. Kami ingin mengoptimalkan momentum ini untuk pertumbuhan dan profit yang berkelanjutan,” ucap Oni.

Secara makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5,2–5,6 persen dinilai menjadi peluang. Sebagai negara berkembang, Indonesia masih menyimpan banyak potensi bisnis baru. Karena itu, momentum pertumbuhan harus dimanfaatkan secara tepat.

Oni mengingatkan pentingnya konsep investment with purpose. Investasi tidak boleh sekadar menempatkan dana tanpa perencanaan. Pengelolaan kekayaan bukan sekadar soal angka, tetapi juga menyangkut visi jangka panjang dan keberlanjutan lintas generasi.

Karena itu, BTN berkomitmen menghadirkan solusi investasi yang komprehensif, pendampingan personal, serta layanan eksklusif dengan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme. “Bukan asal punya uang lalu ditaruh di deposito atau instrumen lain. Harus tahu sektor mana yang prospektif dan menguntungkan,” jelas Oni.

Di Surabaya, Oni menegaskan komitmen memperluas peran BTN. Tak hanya menyasar high net worth individual, BTN juga menyiapkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit modal kerja, pelaku usaha didorong berkembang hingga berpotensi menjadi nasabah Prospera, Prioritas, bahkan Private Banking.

Baca Juga :  Di Grand Opening Press Club Indonesia SMSI, Ketua Dewas TVRI Soroti Monopoli Platform Teknologi Global

“BTN terus memperluas peran dari bank pembiayaan perumahan menjadi bank dengan layanan yang semakin komprehensif, sehingga nasabah dapat memenuhi kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga investasi dalam satu ekosistem,” jelas Oni dalam acara Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di Surabaya, Kamis (26/2).

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menyampaikan, penguatan layanan wealth management menjadi bagian penting dari transformasi BTN menuju beyond mortgage. Segmentasi layanan dibagi dalam beberapa tingkatan. Prospera dengan saldo mulai Rp300 juta. Prioritas minimal Rp500 juta. Serta Private Banking dengan dana di atas Rp15 miliar.

Tren akuisisi dan peningkatan level nasabah menunjukkan kinerja yang positif. Asset Under Management (AUM) BTN saat ini telah mencapai sekitar Rp20 triliun. Tumbuh lebih dari 20% secara tahunan. Fee based income (FBI) dari bisnis wealth management bahkan melonjak 60% YoY per Desember 2025.

Rully mengungkapkan, saat ini jumlah nasabah wealth management BTN mencapai sekitar 35 ribu nasabah secara nasional.Dengan target pertumbuhan sekitar 15% tahun ini. “Akusisi terhadap nasabah-nasabah baru kita jaga dengan target secara leveling. Dari mulai Prospera kami tingkatkan jadi Prioritas. Kemudian nasabah Prioritas kami tingkatkan menjadi Private banking,” terangnya.

BTN juga mempercepat strategi beyond mortgage dengan menghadirkan kartu kredit, kredit kendaraan bermotor (KKB), hingga buy now pay later (BNPL). Semua terintegrasi dalam aplikasi Bale by BTN yang dikembangkan sebagai platform transaksi dan investasi terpadu. “Semua kebutuhan konsumer maupun investasi akan kami penuhi di tahun ini,” ujar Rully.

Penguatan bisnis wealth management tersebut, lanjut dia, juga berjalan beriringan dengan komitmen BTN dalam mendorong nasabah untuk bertumbuh, khususnya pelaku UMKM. Melalui penyaluran KUR dan kredit modal kerja, BTN membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya.

Pasalnya, seiring perkembangan usaha dan peningkatan kapasitas finansial, pelaku UMKM berpotensi bertransformasi menjadi nasabah segmen Prospera, Prioritas, hingga Private Banking. Dengan pendekatan ini, BTN tidak hanya mengelola dana nasabah, tetapi juga berperan aktif memastikan nasabah bertumbuh hingga mampu mengelola kekayaan secara optimal.

Baca Juga :  Sejalan dengan Prabowo dan Purbaya, Sejumlah Tokoh Sumut Gagas Gerakan Kayaraya Besama Rakyat Indonesia

” Pendekatan terintegrasi ini menegaskan posisi BTN sebagai mitra finansial jangka panjang yang tidak hanya menyediakan solusi keuangan, tetapi juga mendampingi pertumbuhan nasabah dari fase membangun usaha hingga mengelola kekayaan,” ujar Rully.

Di Pontianak, Rully menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional serta arah transformasi perseroan di tahun mendatang. Transformasi di BTN fokus pada penguatan fundamental, termasuk likuiditas yang sehat dengan struktur pendanaan yang solid. Dana pihak ketiga (DPK) naik dari Rp397 miliar pada 2024 menjadi Rp444 miliar di akhir 2025. Komposisi CASA meningkat dari Rp103 miliar menjadi Rp132 miliar.
Fund Under Management (FUM) tumbuh dari Rp587 miliar menjadi Rp693 miliar. Naik sekitar 18% YoY.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management BTN. Sekaligus mencerminkan keberhasilan strategi consumer banking yang lebih seimbang antara pembiayaan dan pendanaan,” beber Rully, Jumat (27/2).

Dalam forum eksklusif tersebut, para nasabah memperoleh pandangan strategis mengenai prospek ekonomi 2026 dari Filbert Anson, Head of Research PT Trimegah Asset Management, yang menguraikan kondisi geopolitik, arah pertumbuhan ekonomi Indonesia, dinamika suku bunga, penurunan credit rating Indonesia, serta pendekatan alokasi aset yang adaptif di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

“Untuk obligasi kita pilih bond dengan durasi panjang, dan obligasi korporasi yang volatilitasnya lebih rendah, sementara saham kita tidak berharap saham akan seperti tahun lalu, namun kita melihat sektor -sektor tertentu yang ada kesempatan trading diantara saham sektor komoditas seperti emas yang akan perform, ada juga beberapa saham bluechip seperti bank Himbara yang harganya menarik,” kata Filbert.

Melengkapi perspektif tersebut, Suhu Hak Hiong, Master Feng Shui, memberikan refleksi mengenai karakter Tahun Kuda Api sebagai simbol energi, percepatan, dan transformasi, sekaligus menekankan pentingnya keseimbangan antara keberanian mengambil momentum dan kebijaksanaan dalam menjaga keberlanjutan.

“Menurut saya, (bisnis) yang paling cuan di tahun ini kreatif , teknologi dan energi,” ujarnya.

Melalui rangkaian diskusi tersebut, BTN berharap nasabah dapat memasuki 2026 dengan strategi investasi yang lebih matang, terarah, dan selaras dengan tujuan jangka panjang masing-masing.(FS

-->