Saleum Cahaya Bersama Relawan Paris Adakan Psikososial

sentralberita | Aceh Timur ~Gampong Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, yang sempat luluh lantak diterjang banjir setinggi lebih dari tiga meter tiga bulan lalu, kini mulai berbenah.

Di tengah sisa-sisa pemulihan, Rumah Baca Saleum Cahaya hadir membawa keceriaan bagi 50 anak penyintas bencana melalui kegiatan psikososial, Sabtu 21/02/26.

​Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB ini dipusatkan di Meunasah Gampong.

Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan; Meunasah tersebut merupakan saksi bisu tempat ratusan warga Buket Bata mengungsi saat rumah mereka tenggelam oleh luapan air sungai yang mencapai atap rumah.

​Saksi Bisu Tragedi 3 Meter

Salah seorang warga setempat yang mendampingi anaknya, menceritakan kembali kengerian saat banjir melanda.

“Air naik sangat cepat sampai lebih dari tiga meter. Kami semua lari mengungsi ke Meunasah ini karena ini titik tertinggi. Anak-anak sangat ketakutan waktu itu melihat barang-barang hanyut,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Puskesmas Lokop Tertimbun Lumpur dan Kayu, Kerusakan Infrastruktur Aceh Timur Makin Parah

​Kini, di tempat yang dulu penuh kepanikan, tawa anak-anak kembali pecah. Rumah Baca Saleum Cahaya menggandeng relawan muda dari Rumah Relawan Remaja (R3), termasuk Laia Pascal Galvis, relawan asal Paris, Prancis.

​Belajar Bahasa Inggris dan Bermain Peran

Didampingi oleh penerjemah, Icut, Laia mengajak anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) ini untuk mengenal kosakata bahasa Inggris yang berkaitan dengan pengalaman pahit mereka: banjir.

Menggunakan metode bermain peran (role play), anak-anak diajak memeragakan proses terjadinya air pasang hingga cara menyelamatkan diri secara edukatif.

​”Saya ingin berkontribusi dalam membangun kembali kekuatan masyarakat setelah menghadapi bencana.
Melihat semangat anak-anak ini di tengah keterbatasan adalah motivasi terbesar saya,” ungkap Laia saat diwawancarai di sela-sela sesi mewarnai.

Baca Juga :  Bangkitkan Senyum Anak-Anak Korban Banjir dan Longsor, Saleum Cahaya Gelar Trauma Healing di Idi Rayeuk

​Anak-anak tampak sangat antusias, bahkan banyak dari mereka yang berbaris rapi hanya untuk meminta tanda tangan Laia di atas kertas gambar mereka yang penuh warna.

​Komitmen Berkelanjutan

Pihak Rumah Baca Saleum Cahaya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari aksi serupa di Idi Rayeuk.

Mereka berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak di wilayah pedalaman Aceh Timur yang terdampak bencana.

​”Kegiatan psikososial ini konsepnya selalu kami buat berbeda-beda agar tidak membosankan.

Namun, prinsip kami tetap sama: kegiatan harus edukatif, menyenangkan, dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan mental anak-anak,” jelas founder Saleum Cahaya.

​Melalui sentuhan kepedulian dari relawan lokal maupun internasional, diharapkan memori kelam banjir 3 meter di Buket Bata perlahan tergantikan dengan harapan baru dan semangat belajar yang lebih tinggi bagi generasi masa depan Aceh Timur.01/red

-->