Berdasarkan Hitungan Astronomis, Muhammadiyah Tetapkan Awal puasa 1 Ramadhan 18 Februari 2026

sentralberita|Medan~Muhammadiyah menetapkan awal puasa 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan perhitungan astronomis. Tapi pemerintah melalui Sidang Isbat Kemenag pada 17 Februari 2026 akan menentukan tanggal resmi untuk seluruh Indonesia.
Penetapan ini menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, yang berarti posisi piringan atas bulan telah berada di atas ufuk saat matahari terbenam (hilal wujud) pada akhir bulan, tanpa perlu menunggu rukyatul.
Astronomi adalah cabang ilmu sains yang mempelajari benda-benda langit—seperti bintang, planet, galaksi, dan nebula—serta fenomena di luar atmosfer Bumi, seperti meteor dan radiasi kosmik. Menggunakan metode ilmiah, fisika, dan matematika, astronomi menyelidiki asal-usul, evolusi, dan sifat fisik objek langit.
Perhitungan astronomi, khususnya dalam metode hisab, menggunakan data posisi Bulan dan Matahari untuk menentukan waktu ibadah, kalender qamariyah, arah kiblat, dan gerhana. Ini melibatkan rumus trigonometri bola (hisab hakiki) untuk menentukan ketinggian hilal dan konjungsi. Komponen utamanya meliputi satuan astronom.
Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim yang telah baligh dan memenuhi syarat yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan antara selama 29 dan 30 hari.
Pelaksanaanya Dimulai ketika Matahari terbit pada waktu fajar hingga matahari terbenam dengan menahan diri dari kegiatan makan, minum dan kegiatan lain yang dapat membatalkan puasa.Perintah ini bertujuan melatih takwa dan menyempurnakan syariat Islam.
Kewajiban ini tidak hanya memiliki nilai ibadah yang tinggi, tetapi juga mengandung sejarah dan hikmah yang mendalam. (SB/01/G)
