Pertamina dan SERUNI Serahkan Bantuan Sarana Air Bersih dan 1.577 Tabung Bright Gas bagi Warga Terdampak Bencana di Kabupaten Pidie Jaya

sentralberita | Pidie Jaya ~ PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Solidaritas Perempuan Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih (KMP), menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya (10/2). Bantuan tersebut meliputi penyediaan sarana air bersih di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Pidie Jaya serta penyerahan sebanyak 1.577 tabung LPG Bright Gas 5,5 Kg.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan dan aktivasi tiga titik sumur bor air bersih di kawasan Huntara Pidie Jaya, tepatnya di sekitar Gedung MTQ Pidie Jaya. Penyediaan sarana air bersih ini ditujukan untuk memastikan masyarakat yang masih menempati hunian sementara tetap memperoleh akses air bersih yang layak, khususnya untuk kebutuhan sanitasi dan kesehatan lingkungan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan 1.577 tabung Bright Gas 5,5 Kg yang dilaksanakan di Gudang Bulog Pidie Jaya. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, oleh Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Ketua Bidang IV SERUNI KMP, Sri Suparni Bahlil, menyampaikan harapannya agar fasilitas air bersih dan bantuan energi yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pada hari ini kami mengunjungi warga terdampak bencana di Pidie Jaya sekaligus meresmikan sarana air bersih yang didukung oleh Pertamina. Mudah-mudahan fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga yang akan menghuni Huntara Pidie Jaya,” ujarnya.

Baca Juga :  Akses Jalan Masih Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama. Bantuan tabung gas dan bantuan lainnya ini merupakan hasil kolaborasi berbagai kementerian yang diinisiasi oleh ibu-ibu SERUNI KMP,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum SERUNI KMP, Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang dan menitipkannya kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya agar dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh Kementerian ESDM, SERUNI KMP, dan Pertamina.
“Alhamdulillah, kami telah menerima 1.577 tabung gas LPG beserta kompor gas. Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Pidie Jaya, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, SERUNI, dan khususnya Pertamina. Kehadiran Pertamina Peduli di Pidie Jaya benar-benar kami rasakan dan sangat membantu masyarakat untuk bangkit kembali,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Unsyiah KKN di TBM Saleum Cahaya

Sales Area Manager Retail Aceh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Misbah Bukhori, menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, khususnya melalui penyediaan energi dan sarana pendukung kehidupan sehari-hari.

“Bersama Kementerian ESDM, SERUNI KMP, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Pertamina Patra Niaga telah melakukan serah terima tiga unit sumur bor air bersih untuk kawasan Huntara Pidie Jaya serta menyerahkan sebanyak 1.577 tabung Bright Gas 5,5 Kg bagi masyarakat terdampak. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana,” ujar Misbah.

Melalui pendekatan yang terintegrasi, program ini tidak hanya menitikberatkan pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat. Sarana air bersih yang diaktifkan diharapkan dapat dikelola dan digunakan secara bersama, sementara bantuan energi disalurkan melalui mekanisme pemerintah daerah agar tepat sasaran dan menjangkau warga yang membutuhkan.

Program penyediaan sarana air bersih ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation), serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dan SDG 13 (Climate Action) dalam penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana.01/red

-->